TUJUH TEMPAT FAVORIT JIN/SYETAN DI TUBUH MANUSIA
TUJUH TEMPAT FAVORIT JIN/SYETAN DI TUBUH MANUSIA
Jin merupakan salah satu makhluk ghaib ciptaan Allah yang tidak bisa dilihat oleh manusia. Namun memiliki kemampuan untuk melihat dan ahli menggoda manusia, bahkan dapat menyusup dalam tubuh melalui aliran darah. Selanjutnya aliran darah tersebut mengalir hingga ke otak dan seluruh tubuh hingga dengan mudahnya menjerumuskan manusia pada kemaksiatan.
Ada 7 bagian tubuh manusia yang juga menjadi tempat kesukaan jin, oleh sebab itu kita diwajibkan untuk membersihkannya, yakni.
- Lubang mulut manusia.
- Dibawah kuku manusia.
- Lubang hidung manusia.
- Lubang telinga manusia.
- Urat darah manusia.
- Lubang pusar manusia.
- Lubang kemaluan manusia.
Jin akan berusaha masuk ke lubang mulut manusia saat sedang menguap. Oleh sebab itu saat sedang menguap, kita dianjurkan untuk menutup mulut dan membaca ta’awwuz (A’uzubillahi minasyaitanirrajim). Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Syaid Ra bahwa Baginda Rasulullah Saw bersabda : “Apabila seseorang dari kalian menguap, letakkanlah tangannya pada mulutnya (tutuplah), karena setan akan masuk bersama dengan orang yang menguap.” (HR. Ima Muslim)
Makanya kita dianjurkan untuk rutin memotong kuku, sunnahnya hari jum’at. Karena jin dan setan mengikat manusia melalui kuku-kuku yang panjang. Sebagaimana disebutkan dari Abu Hurairah ra, Baginda Rasulullah Saw bersabda : “Potonglah (perpendek) kuku-kukumu. Sesungguhnya setan mengikat (melalui) kuku-kuku yang panjang.” (HR. Imam Ahmad)
Saat manusia tidur, ternyata jin juga ikut menginap di batang hidung manusia. Karenanya saat bangun tidur, kita dianjurkan untuk membasuh lubang hidung sebanyak tiga kali. Baginda Rasulullah Saw bersabda : “Apabila salah seorang diantara engkau bangun tidur, hendaklah memasukan (istinsaq) dan mengeluarkan air dari hidung (istintsar) tiga kali, karena setan itu menginap di batang hidungnya.” (H.R. Imam Muslim)
Bukan sekedar sembunyi di telinga manusia, namun ternyata ketika seorang manusia tertidur hingga pagi tanpa mengerjakan shalat malam maka berarti telinganya itu telah dikencingi oleh jin. Sebagaimana diceritakan dari Abi Abdullah bahwa di sisi Nabi Saw bahwa ada seorang laki-laki yang selalu tidur sampai pagi tanpa mengerjakan shalat (malam). Lalu beliau bersabda : “Syetan telah kencing di telinganya.” (H.R. Muslim Ra)
Sebagaimana telah disebutkan bahwa jin atau setan menyusup ke dalam tubuh manusia melalui aliran darah manusia tersebut. Kemudian dari aliran darah itulah jin berusaha memperdaya manusia. Hal ini dijelaskan oleh Shafiyyah binti Huyay bahwa Baginda Rasulullah Saw bersabda : “Sesungguhnya syetan itu berjalan dalam tubuh anak Adam melalui peredaran darah dalam tubuhnya.” (H.R. Imam Muslim)
Lubang pusar merupakan tempat yang kotor karena tidak banyak orang yang membersihkannya, sedang jin dan syetan sangat menyukai tempat-tempat yang kotor. Bahkan saat seseorang diruqiyah diketahui bahwa kebanyakan jin bersembunyi dan tinggal di bagian lubang pusar manusia. Meski demikian kita tidak dianjurkan untuk membersihkan lubang pusar hingga mengorek2nya, membersihkannya cukup dengan menyekanya secara lembut dengan air atau dengan kapas.
Syetan dan jin akan menambah rasa nikmat saat seseorang sedang berzina dengan cara menstimulir syaraf kemaluan. Oleh sebab itulah dianjurkan untuk menjaga kebersihan organ intim baik pada pria maupun wanita dan berdo’a : “Allaahumma janibna syaithon, wajanibna syaithon wamarazaqtana waqinna ‘azabannar.” Hanya dengan pasangan yang halal, bila tidak baca do’a syaitan ikut saham yang kelak melahirkan keturunan yang berprilaku syetan.
Karena itu kita dianjurkan untuk mengikuti sunnah Rasulullah Saw yaitu dengan mencukur rambut kemaluan, memendekkan kumis, memotong kuku dan mencabut bulu ketiak. . Sebab selain menjadikan tubuh lebih bersih dan sehat, kita juga dapat menghalangi jin untuk bersembunyi pada bagian tubuh tersebut.
Dapatkan Pengesahan Ilmu Jungkung Sunan Bonang, Ilmu Gendam Khususiyah, Ilmu Pengobatan Tanpa Sentuhan. Atau bisa mengambil keilmuan yang saya ijazahkan seperti Asma Sungai Rajeh, dan lain-lain.













Leave a Reply