Pengobatan Alamiah

bekam-9-620x330

Pengobatan Alamiah

 

Resep pencegahan dan pengobatan penyakit yang bisa dipraktikkan oleh siapapun.

Untuk pencegahan penyakit:

  1. Sadaqah secara dawam, sekalipun sedikit. Dengan menyediakan kotak khusus, dan sadaqah setiap hari, atau setiap pagi dan sore.
  2. Resep tertentu penjagaan kesehatan: campuran bawang putih, bawang bombay, jahe, dan madu yang dapat diminum tiap hari; atau sebagai teh.
  3. Mendawamkan istighfar dan salawat.
  4. Memasak makanan dalam keadaan berwudu’ dan diiringi istighfar dan salawat; serta tidak dalam keadaan marah.
  5. Memulai dan mengakhiri sesi makan dengan garam.Memulai makan dengan membaca doa makan Naqsybandi:
    • Asy-hadu anlaa ilaha illallaah wa asy-hadu anna Muhammadan `abduhu wa rasuuluh
    • Astaghfirullaahu ‘l-‘Azhiim (3x)
    • Fa in tawallaw faqul hasbiiy-Allaahu laa ilaaha illa Huuw ‘alayhi tawakaltu wa Huuwa rabbu ‘l-‘arsyi ‘l-‘Azhiim [QS 9:129]
    • Ila syarafi ‘n-Nabii shall-Allaahu ‘alayhi wa sallam, wa aalihi wa ash-haabihi ‘l-kiraam wa ila arwaahi abaa’ina wa ummahaatinaa wa hadharati ustaadzinaa wa ustaadzi ustaadzinaa wa ‘sh-shiddiiqiiyyiin al-faatiha.

    Menurut para ulama, bahwa ayat tersebut dibaca 11x; dan insya Allah bahkan seandainya makanannya beracun pun tidak akan mempengaruhi tubuh kita.

  6. Mengakhiri makan dengan doa Naqsybandi.
    • Alhamdulillaahi ‘lladzii at’amanaa wa saqaanaa wa j’alanaa muslimiina. Alhamdulillaah hamdan yuwaafi n’imahu wa yukaafi maziidahu kamaa yanbaghii li-jalaali wajhika ‘l-‘azhiim yaa Allah, n’ima jaliilullah, barakat khaliilullah, syafa’at yaa Rasuulullah SAW. Allaahuma ‘krim shaahib hadzaa-t-t’am wa’l-aakiliin. Allaahuma zid walaa tuqallil ila syarafi ‘n-Nabii shall-Allaahu ‘alayhi wa sallam, wa aalihi wa ash-haabihi ‘l-kiraam wa ila arwaahi abaa’ina wa ummahaatinaa wa hadharati ustaadzinaa wa ustaadzi ustaadzinaa wa ‘sh-shiddiiqiiyyiin.
    • Rabbanaa taqabbal minna bi-hurmati sirri suuratu ‘l-fatiha
  7. Dengan berbekam, mengeluarkan darah.
  8. Dengan diet tertentu, misal kurangi memakan daging, telur, kecuali pada hari tertentu dalam satu minggu untuk menjinakkan ego kita. Dan perbanyak makan sayuran atau buah-buahan.

Untuk Pengobatan Penyakit diri sendiri atau pada orang lain:

  1. Bersadaqah ekstra. Boleh dengan niat khusus disertai doa agar Allah Ta’ala menyembuhkan diri kita, atau menyembuhkan orang yang kita sayangi. Lebih utama, bila dalam bersadaqah dikombinasikan pula dengan tawassul. Niatkan untuk menghadiahkan pahala sadaqah tersebut pada RasulullahshallAllahu ‘alayhi wasallam dan para Awliya’ khususnya Masyayikh Naqsybandi, wa bil khusus Mawlana Syekh Nazim QS; dan memohon pada Allah SWT agar demi kehormatan mereka, Allah Ta’ala menyembuhkan fulan atau fulanah yang sakit.Sangat utama, bila hal ini dapat kita lakukan bagi saudara atau sahabat kita secara rahasia, untuk kesembuhannya.
  2. Qurban. Menyembelih kambing, dengan niatan agar Allah ta’ala menyembuhkan fulan/fulanah atau diri kita yang sakit. Lebih utama lagi [lebih adab], tidak langsung, melainkan di-ihda’-kan terlebih dahulu pahala sembelihan tersebut pada Hadirat Nabi shall-Allahu ‘alayhi wasallam, pada Ahli Bayt, Sahabat, serta Masyayikh Naqsybandi, khususnya para ulama. Kemudian memohon Allah Ta’ala lewat perantaraan mereka, kesembuhan bagi diri atau orang lain yang sakit.Dalam kasus khusus tertentu, dapat ditambahkan ihda’-nya. Misalnya bila yang sakit adalah anak perempuan, atau terkait dengan kelancaran kelahiran ibu, atau penyakit-penyakit yang dalami wanita, dapat ditambahkan pada Sayyidah Nafisah at-Tahirah QS [seorang Wali perempuan terkenal, guru Imam Syafi’i rahimahullah, dan atau Sayyidah Rabi’ah al-Adawiyah, dan atau Sayyidah Maryam RA.
  3. Resep nomor 2 dalam bagian pencegahan penyakit di atas dapat pula digunakan untuk pengobatan dan pemulihan kondisi tubuh.
  4. Muraqabah untuk Pengobatan diri maupun orang lain:
    Setelah wudu’ melakukan Muraqabah seperti biasa:

    • Syahadat 3x
    • Istighfar 100-200x
    • Membaca “Yaa Sayyidii yaa Rosulllahud biyadi kholatz khilati adrikni 1000x.
    • Saat menghirup napas, ‘rasakan aliran napas lewat hidung kita menuju paru-paru’, niatkan mengambil napas suci, mengambil energi penyembuhan dari beliau, sambil diiringi zikir dalam hati “HUU… HUU…HUU”.
    • Tahan napas di paru-paru dada [di lima lathaif dada], yang menyimbolkan “Pohon kehidupan” di Sidratul Muntaha, sambil berniat untuk menyatukan energi penyembuhan spiritual dengan seluruh sel-sel tubuh kita, atau dengan sel-sel tubuh orang lain, sambil merasakan denyut jantung, dan berzikir dalam qalbu “Allahuallah…Alahuallah…Allahuallah. Allah Ta’ala berfirman “Wa Qul Jaa-al Haqqu wa zahaqa l-Baathil. Innal Baathila kaana zahuuqan” 100x. Dan katakan telah datang dan hancurlah kebatilan. Sesungguhnya yang batil akan hancur”. Kita niatkan aga Haqq yang kita rasakan dari hirupan napas suci.CATATAN : bila digunakan untuk penyembuhan pada orang lain, gunakan tangan kita untuk penyaluran energi tersebut, baik dengan menempelkannya ke bagian tubuh yang sakit ataupun dengan memakai jarak (khususnya bila kita mencoba mengobati lawan jenis yang non-mahram). Sebelum muraqabah, aktifkan terlebih dahulu energi Asmaul Husna dan energi 19 Malaikat [dari ayat Quran “‘alayhaa tis’ata ‘asyar], dengan menggosok-gosok kedua tangan seperti saat melakukan wudu’.
    • Keluarkan napas lewat mulut, sambil berzikir dalam qalbu, “HAYY…HAYY…HAYY…” dengan lama zikir seperti saat menghirup napas. Saat mengeluarkan nafas, niatkan mengeluarkan segala penyakit maupun sel tubuh yang mati, dan mengembalikannya ke hadirat Rasul, ke Hadirat Allah… termasuk dengan niat mengembalikan segala dosa [TAWBAT - TUUBA- TAWWAB] yang mungkin menjadi sebab dari penyakit tersebut. Didasarkan dari firman Allah Ta’ala: “Innaa Lillaahi wa innaa ilayhi raaji’uun” “Sugguh kita milik/bagi Allah SWT dan sungguh kepada-Nya kita kembali”. Kembalikan semua masalah pada Allah SWT lewat hirarki yang sudah Dia tetapkan di alam sebab-akibat ini; yaitu lewat Rasul-Nya dan Awliya’-Nya.Niatkan pula, dengan zikir “HAYY..” tersebut, agar Allah Ta’ala menyehatkan dan menghidupkan jasm.ani dan ruhani kita.

    DUA METODE PERNAPASAN TIGA-LANGKAH :

    dalam bernafas tiga-langkah, yaitu hirup-tahan-hembus, ada dua metode pernapasan:

    • Pernapasan kasar atau (YANG), menghirup menahan dan membuang napas dilakukan dengan hentakan langsung, hingga keluar masuk udara itu terdengar.
    • Pernapasan halus (YIN), hirup napas dengan lembut, perlahan dan dalam tanpa suara, kemudian tahan dengan perlahan pula tanpa suara, dan dihembuskan dengan perlahan tanpa suara pula.Pernapasan kasar lebih untuk pengobatan jangka pendek (misal mengurangi rasa sakit), pada bagian yang nampak dan bersifat fisik; sedangkan pernapasan halus untuk pengobatan jangka panjang, perbaikan tubuh secara lebih berkesinambungan dan yang internal.
  5. Jangan lupa berdoa dan saling mendoakan. Dan meyakini hanya Allah Ta’ala semata lewat wasilah Rasul dan Awliya’-Nya-lah yang menganugerahkan kesembuhan.

Silahkan ambil Ilmu Pengobatan Tanpa Sentuhan. Insya Allah, anda bisa menyembuhkan orang yang sakit tanpa menyentuh tubuhnya.
magnetismbekam2lkj

One Response to Pengobatan Alamiah

  1. AntonioMunro says:

    I see your site needs some unique & fresh articles.
    Writing manually is time consuming, but there is tool for this task.

    Just search for: Digitalpoilo’s tools

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>