Tangkis Teluh Braja Dengan Dzikir
Tangkis Teluh Braja Dengan Dzikir
Santet atau sihir dalam bahasa Arab dinamakan ainun saqhirah, atau sesuatu yang menyilaukan mata. Lebih jauh, bermakna ‘menakjubkan’. Atau sebuah kemampuan luar biasa yang sulit diterima akal sehat.
Dalam masyarakat Jawa, terdapat fenomena teluh braja. Menurut kesaksian dan cerita turun-temurun dari leluhur, teluh braja juga merupakan sinar terang benderang yang melesat amat cepat. Atau seperti ainun saqhirah. Kemunculan teluh braja biasanya disusul mewabahnya penyakit. Kalau menuju ke rumah tertentu, salah satu penghuninya biasanya lalu menderita sakit berat. Tak jarang mengakibatkan kematian. Karena teluh juga analog santet, maka teluh braja juga merupakan santet.
Di Jawa, ada beberapa jenis tanaman bisa menangkal datangnya teluh braja sehingga tidak memakan korban. Dengan menanam pohon pepaya di muka rumah, misalnya, bisa mengalihkan datangnya teluh braja ke pohon tersebut. Sehingga si empunya rumah selamat dari serangan guna-guna atau santet.
Kalau memang sedang mendapat ancaman serangan santet, ada lagi kiat untuk menangkalnya. Yakni dengan membawa merang padi ketan hitam ke mana pun pergi. Menurut paranormal, merang padi ketan hitam memiliki ‘power positif’ untuk mentralisir ilmu santet.
Teluh Braja merupakan salah satu jenis santen yang amat sangat mematikan , sebab jika seorang terkena teluh braja dapat berakibat sangat fatal dan biasanya meninggal secara cepat tanda ada penyakit atau ciri-ciri terlebih dahulu. Sebagian orang juga da yang mengana logikan jenis teluh ini yang secara kasat mata tampak cahanya terbang benderang seperti bintang jatuh atau Ndaru.
Yang menarik dari jenis teluh braja ini adalah akan meninggalkan bekas jika korban meninggal. Bekas atau ciri dari korban yang terkena teluh baraja dapat dilihat secara langsung pada mayat korban.
- Jika dia meninggal pada malam hari maka biasanya belakang punggungnya akan tampak membiru
- Jika dia meninggal pada siang hari maka biasanya tampak belakang punggungnya atau tangannya akan memerah seperti terkena pukulan atau benturan.
Dilihat dari sejarahnya, teluh ini bisa dicegah dengan cara satu ini. Yaitu dengan menanam pohon pepaya didepan rumah, atau dengan memelihara burung kicau yang ditaruh di depan rumah. Karena jika ada serangan teluh braja dari sang dukun maka serangan tersebut bisa ditanggkal atau dialihkan secara alami ke kedua media tersebut dan biasanya, pohon pepaya atau burung tersebut akan mati secara mendadak.
Untuk menangkal teluh braja ini kita dianjurkan untuk sering mengingat kepada Allah SWT. Karena dengan berdzikir kepada Allah SWT kita akan mendapat perlindungan yang diharapkan akan terhindar dari penyakit teluh atau santet tersebut.
Berikut ini sebuah dzikir penangkal teluh braja tersebut, yaitu dengan membaca :
- Surat At-taubah 7 x
- Surat Al-Falak 2 x
- Surat An-nas 2 x
- Surat Al-Fatiha 33 x
- Dan setelah itu olesi tubuh dengan daun kelor (jika seorang sudah terkena teluh braja)
Dengan mengamalkan dzikir tersebut Insya Allah penyakit teluh braja akan musna dan lebur dengan sendirinya. Karena Hakikat semuanya hanya kepada Allah SWT kita sebagai hamba hanya bisa meminta dan memohan pertolongan darinya.
Saran dari saya, sebaiknya anda adalah seseorang yang terancam santet dipersilakan selalu tidur di atas lantai. Tanah atau bumi dinilai memiliki energi positif. Itulah maka tidak ada gendruwo atau lelembut yang ‘berani’ menginjak bumi, sebab akan terasa panas. Santet, biasanya bergerak sekitar 50 cm di atas permukaan tanah. Maka bila seseorang tidur di atas lantai, tidak mungkin terkena ‘tembakan’ santet. Ibarat rudal Exocet yang kecele melalap kapal selam. 











Leave a Reply