Jenis Hantu (memedi) dari Pulau Jawa

download (5)

Jenis Hantu (memedi) dari Pulau Jawa

 

Masyarakat Jawa baik di Tengah atau Timur ternyata begitu kuat memegang adat dan tradisi, termasuk mitologi yang diwariskan secara turun-temurun. Terlebih para orang tua yang seolah sudah mendarahdaging dan menadrisi, rasanya seperti kurang afdhal dan sulit untuk dihilangkan begitu saja.

Mitos hantu atau memedi atau istilah lain dedemit adalah bagian dari tradisi yang masih marak dalam masyarakat. Masyarakat Jawa baik di Tengah atau Timur ternyata masih kuat memegang mitologi ini. Bagi yang sudah lama dan kuat memegang tradisi ini, ada berbagai macam mitos yang di dalamnya juga terdapat hal-hal mistis yang bersifat unik. Pada pembahasan kali ini, kami akan mengemukakan beberapa mitos roh-roh alam yang dalam bahasa Jawa disebut ‘memedi’ yang ada dan terus berkembang dalam kepercayaan masyarakat Jawa.

Beberapa mitologi warisan leluhur Jawa itu atara lain:

  1. Anja-Anja

    Anja-anja adalah memedi (hantu) darah yang berupa manusia, yang akan menghisap manusia yang sedang tidur sehingga menimbulkan sakit yang sangat dan menyebabkan bercak-bercak biru di kulit. Ketika ada orang yang meninggal dengan bercak-bercak biru ini, maka orang-orang Jawa akan mengatakan “dilat Anja-anja” atau dijilat Anja-Anja.

  2. Antu Alas

    Antu ini adalah memedi (hantu) hutan. Hantu ini hanya menampakan diri di malam hari kepada orang-orang yang sedang berdiam di hutan atau yang sedang melewati hutan. Antu Alas berwujud awan atau kabut tebal yang secara perlahan berubah menjadi bentuk orang atau bentuk lainnya yang mengerikan. Selain berwujud mengerikan, suara yang berat dan tawa yang mengerikan menjadi ciri khas memedi ini. Karena wujud dan suaranya yang menakutkan membuat orang yang melihatnya menjadi sakit.

  3. Antu Darat

    Antu darat biasanya tinggal di kaki pohon tua. Pada malam hari, dia meninggalkan tempatnya dalam pakaian seorang haji. Dengan cara ini, Antu Darat membuat orang-orang yang dijumpainya terkejut dan menjadi sakit keras atau pun menjadi linglung untuk waktu yang tidak ditentukan.

    Antu Laut

  4. Antu laut ditakuti oleh para pelaut karena selalu mendatangkan cuaca buruk atau musibah. Memedi ini menampakkan diri dalam bentuk bola api atau bintang yang menyala yang jatuh di ujung tiang kapal. Bila Antu Laut datang, konon dipercaya akan diiringi oleh cuaca buruk seperti badai, dan rintangan laut lain.

  5. Antu Omah

    Antu Omah dikenal sebagai memedi rumah yang mendiami api tungku pemanas di rumah. Memedi ini akan keluar berbentuk asap yang kemudian menyerupai sosok manusia. Orang yang melihat memedi ini akan ketakutan dan menderita perut kembung.

  6. Bajag Angrik

    Merupakan memedi kecil di hutan dalam wujud anak-anak yang berdatangan. Apabila melihat orang, memedi ini konon akan menakut-nakuti dengan sikap mengancam.

  7. Banaspati

    Merupakan sosok yang menakutkan dengan wujud raksasa. Tangan dan kaki mengarah ke udara dengan posisi kepala berada di bawah serta mulutnya yang bergoyang. Dengan lompatan yang dahsyat, Banaspati akan menerkam mangsanya yang kemudian dihisap darahnya. Orang yang bertemu dengan memedi ini konon akan sakit bahkan sampai dengan mati.

  8. Bermana dan Bermani

    Hantu ini merupakan memedi dari pasangan laki-laki dan perempuan yang telah meninggal dunia. Sifatnya menggoda pasangan yang telah menikah.

  9. Blorong

    Blorong dalam kepercayaan orang Jawa sering dipanggil ‘Nyai Blorong’. Sebagai Nyai, Blorong digambarkan sebagai perempuan yang cantik setengah ular dengan busana yang mewah dan menawan. Nyai Blorong mendiami istana-istana di daerah berawa yang dibangun dari tubuh korban-korbannya. Biasanya di tempat tersebut banyak ditemui kembang teratai untuk menyembunyikan tubuh-tubuh yang menjadi korbannya. Menurut kepercayaan masyarakat Jawa, Nyai Blorong akan memberikan segala kekayaan yang idamkan oleh manusia dengan syarat harus menjadi pekerjanya setelah perjanjian habis. Perjanjiannya tersebut konon berlangsung selama 14 tahun dan setiap tahun sebagai penggantinya harus memberikan seorang anak kecil atau sanak keluarga. Setelah masa perjanjian habis, maka yang menerima harta akan merasakan kesengsaraan dan kesakitan yang sebenarnya.

  10. Bontot

    Bergentayangan di jalan-jalan sunyi, tidur melintang di jalan ketika ada orang lewat, dengan cara ini maka seorang pejalan kaki akan tersandung lalu kemudian terkejut hingga tak sadarkan diri.

  11. Cinunuk

    Cinunuk merupakan memedi berbentuk binatang besar dan jahat. Mereka berasal dari hutan. Mereka berkeliaran dan merusak pepohonan dan tanaman. Dengan cara ini maka mereka konon akan mempersulit orang-orang yang sedang mencari kayu atau tumbuhan di hutan. Bagi manusia, memedi ini menakutkan. Dengan memberikan sesajen, manusia mencoba berinteraksi agar tidak mendapat gangguan.

  12. Dadung Dawus

    Mereka adalah pelindung hewan jenis rusa. Cara yang dilakukan hantu ini adalah dengan menampakkan diri dalam bentuk rusa dan menggiring pemburu ke arah yang menjauh dari kelompok rusa yang sebenarnya.

  13. Den Bisu

    Den Bisu atau setan bisu menurut masyarakat Jawa merupakan penjelmaan dari penyakit kolera. Berjumpa dengan Den Bisu konon sangatlah berbahaya. Orang yang sampai berjumpa dengan Den Bisu akan menderita sakit perut yang parah.

  14. Dhengen

    Dhengen merupakan memedi penggoda dalam bentuk uap yang keluar dari tanah, lalu masuk ke dalam tubuh manusia dan meninggalkan jejak di dalam tubuh yang dirasuki berupa benih-benih penyakit yang menyebabkan bengkaknya anggota badan, perut dan lainnya. Misal orang yang terkena penyakit beri-beri dan busung air, konon dipercaya terkena hantu ini.

  15. Dinkel

    Dinkel adalah memedi pengganggu binatang ternak, terutama ayam. Ayam yang sakit dan dalam sekejap mati, diduga diganggu oleh memedi dinkel ini. Fenomena flu burung bisa juga dimaknai terkena hantu dinkel ini.

  16. Drubiksa

    Drubiksa adalah memedi rumah. Drubiksa merupakan memedi yang kadang baik, kadang jahat. Baik karena melindungi penghuni dari bahaya, sedangkan jahat karena sering usil dengan menaburkan pasir ke makanan, membuang/menjatuhkan alat-alat dapur.

  17. Gebluk

    Gebluk disebut juga sebagai Sambang Gebluk, yang merupakan memedi bagi binatang berkaki empat seperti kerbau dan sapi. Gebluk akan menampakkan diri sebagai uap putih yang transparan dari tempat-tempat lembab. Gebluk diyakini sebagai pembawa penyakit bagi binatang ternak bertanduk ini.

  18. Genderuwo

    Genderuwo merupakan memedi hutan atau kebun yang dapat menampakkan diri dalam berbagai bentuk, baik siang maupun malam hari. Pada siang hari, sering terlihat dalam bentuk seekor macan atau ular yang besar atau seekor buaya, burung pemangsa atau binatang pemangsa lainnya yang ditakuti oleh manusia. Pada malam hari, Genderuwo berubah bentuk menjadi seorang pemuda tampan dan mengganggu perempuan yang sedang berjalan sendirian di malam hari.

  19. Hanga Igi

    Hanga Igi merupakan memedi menakutkan dalam bentuk raksasa dengan rambut panjang terurai. Walaupun bentuknya mengerikan, memedi ini bersifat baik dengan melindungi orang dari bahaya yang mengancam.

  20. Jerangkong

    Jerangkong merupakan memedi yang berwujud anjing hitam yang kurus dengan bulu putih menutupi kepalanya. Memedi ini tidak terlalu membahayakan tapi mengganggu manusia.

  21. Kanun

    Kanun adalah memedi udara yang menakutkan, berbentuk raksasa yang tinggal di udara dan tiap hari konon akan memakan 40 memedi lain. Memedi ini termasuk memedi yang tidak mengganggu manusia.

  22. Karo Kamilis

    Karo Kamilis adalah pembantu para pencuri atau pelanggar hukum. Biasanya mereka berwujud kerbau, namun sering juga berwujud seorang suami dari kalangan tertentu untuk menipu sang istri.

  23. Keblek

    Keblek merupakan memedi kecil di udara, berbentuk orang dengan tangan dan kaki kecil, namun dengan perut besar yang menggantung. Bila berada di udara, Keblek akan bergerak kesana kemari sambil mengeluarkan suara seolah-olah orang yang bertepuk tangan, oleh karena itu dinamakan Keblek.

  24. Kemamang

    Kemamang seperti Antu Laut, menampakkan diri sebagai bola api di rawa-rawa atau lapangan terbuka. Kehadirannya tentu mengagetkan dan membuat banyak pihak ketakutan.

  25. Kunthianak

    Memedi yang berwujud wanita cantik dengan rambut yang terurai sampai tanah. Kunthianak dikenal dengan ketawanya yang menakutkan. Secara umum, Kunthianak ditakuti oleh anak-anak dan ibu-ibu. Untuk melindungi dari kehadiran Kunthianak, seorang dukun bersalin konon akan membakar kemenyan untuk menempatkan pisau tajam di bawah kolong tempat tidur ibu yang sedang melahirkan. Hantu ini hampir sama dengan kuntilanak, meski beberapa kalangan ada yang menyebut sama dan ada juga yang menyebut berbeda.

  26. Laha

    Laha merupakan memedi berkepala burung pemangsa dengan kaki yang berjumlah empat. Ia juga akan muncul menakut-nakuti target yang diincar.

  27. Lampor

    Lampor merupakan memedi udara yang oleh orang Jawa digambarkan sebagai manusia bersayap, namun berkepala banteng. Lampor konon akan datang bersamaan dengan suara gluduk (halilintar) yang disertai cuaca buruk, berawan, dan banjir. Memedi ini biasa menumpuk awan-awan menjadi satu yang kemudian mencurahkan hujan besar yang mengakibatkan banjir. Ketika Lampor datang, maka penduduk desa akan memukul beduk, kentongan, dan alat bunyi-bunyian lainnya untuk mengusirnya sehingga akhirnya Lampor akan pergi menjauh ke arah laut.

  28. Majusi

    Majusi berwujud sebagai sifat buruk manusia. Dia akan mausk dan diam di dalam tubuh seseorang yang sedang dicobanya. Akibatnya bagi orang sedang kerasukan tersebut akan menjadi mudah marah dan seterusnya dengan fenomena aneh.

  29. Potok

    Potok merupakan memedi yang secara khusus membawa penyakit terhadap binatang seperti sapi dan kerbau. Memedi ini diam di tempat lembab atu juga rawa-rawa.

  30. Sawan dan Sarap

    Dua jenis memedi ini merupakan memedi penggoda anak-anak kecil dan orang dewasa yang lemah. Keduanya tidak tampak dan tidak memiliki wujud khusus. Sawan merupakan penyebab penyakit kejang atau sawan pada anak-anak, dan muncul gejala jatuh pingsan pada orang-orang yang telah lanjut usia. Sementara sarap menampakkan diri pada anak-anak sehingga muncul bercak-bercak merah tebal yang disertai dengan perut kejang-kejang. Keduanya berbahaya, sehingga pada waktu-waktu tertentu orang Jawa konon membakar kemenyan sebagai sesaji bagi kedua hantu model ini.

  31. Setan Usus

    Setan Usus menampakkan diri sebagai kelompok usus yang tidak teratur dan pada saat dan waktu lain, dia menampakkan diri sebagai raksasa yang terluka dimana usus-ususnya terurai keluar. Konon usus-usus ini dapat membelit binatang yang dijumpainya.

  32. Si Baung

    Si Baung merupakan memedi hutan yang besar dalam wujud orang berkepala anjing. Bila berjumpa dengan manusia, maka Si Baung akan menggonggong dan menyebabkan orang yang dijumpainya akan langsung jatuh sakit.

  33. Si Belis

    Si Belis merupakan memedi yang berada di lapangan dan biasanya merasuk ke dalam tubuh seseorang setelah jam 6 sore (magrib) ketika seseorang tersebut melintasi lapangan. Orang Jawa percaya bahwa akibat perjumpaan dengan Si Belis ini, si korban akan mendadak merasa kesakitan disertai sakit kepala.

  34. Si Gundul

    Si Gundul disebut juga Setan Gundul (tuyul) yang biasanya berwujud seorang anak berumur sekitar empat atau lima tahun dengan kepala plontos dan bertelanjang dada. Memedi ini apabila diminta konon akan mendatangkan harta. Layaknya Nyai Blorong, Si Gundul pun dalam kata lain menjadi memedi yang dipuja oleh segelintir orang yang ingin mendapat harta dengan jalan pintas.

  35. Si Sato

    Memedi yang dipercaya mempunyai wujud sebagai binatang berkaki empat. Ia bisa saja masuk ke dalam tubuh ternak, kuda, dan binatang yang dipelihara di rumah yang menyebabkan perut binatang yang dirasuki akan menjadi kembung.

  36. Wewe

    Menurut orang Jawa, Wewe merupakan istri dari Genderuwo. Wewe digambarkan sebagai perempuan yang tua dan menakutkan dengan kulit keriput dan muka yang buruk. Selain itu, yang menjadi ciri-ciri khas memedi ini adalah buah dadanya yang menggantung hampir menyentuh tanah. Memedi ini mengincar anak-anak yang kemudian disembunyikan di bawah buah dadanya untuk selanjutnya akan dibawa ke tempat yang tersembunyi dan dijadikan korban.

Indonesia memilik beragam suku bangsa dengan budaya yang bermacam-macam, mungkin hal yang saya sebutkan di atas hanya sebagian kecil kepercayaan masyarakat khususnya Jawa. Belum lagi Mitos / Kepercayaan masyarakat Indonsia yang ada di seberang pulau Jawa, seperti Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, Papua, Bali, Madura, dan masih banyak pulau lainnya yang memiliki kepercayaan yang kuat seputar Mitos. Dan mitos-mitos tersebut telah kami telusuri secara spiritual bahwa keberadaan makhluk tersebut memang ada.

Dapatkan produk bertuah kami Haikal Hiriz Akbar sebagai keselamatan mutlak, kewibawaan, siapa yang memusuhi menjadi hancur, dan masih banyak manfaat lainnya.

adHaikal Hiriz Akbarlkj

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>