Istilah Lain Yang Maksudnya Sama Dengan Dakwah

Istilah Lain Yang Maksudnya
Sama Dengan Dakwah

 

Ada beberapa kata atau istilah yang maksudnya hampir sama dengan dakwah, yaitu antara lain, :

  1. TablighDiambil dari kata kerja Ballagha, Yuballighu, Tablighan, artinya: Menyampaikan. Maksudnya ialah menyampaikan ajaran atau syariat Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadist Nabi SAW kepada umat manusia. Orang yang menyampaikan ini disebut Muballigh. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Maidah : 67

    “ Hai Rasul, sampaikan apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, dan jika kamu tidak melaksanakannya maka berarti kamu tidak menyampaikan risalah-Nya. Dan Allah memelihara kamu (dari gangguan) manusia.” (Q.S. Al-Maidah : 67)

    Menyampaikan ajaran Islam disebut juga dakwah.

  2. Amar Ma’ruf Nahi MungkarArtinya menyuruh kepada kebaikan dan melarang kepada kekejian. Sebagaimana firman Allah dalam surat Ali Imran : 104

    “ Hendaklah ada diantara kamu satu golongan yang mengajak kepada kebaikan, menyuruh mengerjakan kebajikan dan melarang mengerjakan kemungkaran, mereka itulah orang yang beruntung. (Q.S. Ali Imran : 104)

    Melakukan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar itu adalah dakwah. Kata Ma’ruf jama’nya adalah Ma’rufat sedangkan Mungkar jama’nya adalah mungkarat. Al Ma’rufat adalah nama segala kebajikan atau sifat-sifat baik yang sepanjang masa harus diterima sebagai kebaikan oleh manusia maka amar ma’ruf merupakan suatu usaha untuk menggerakkan orang lain dan dirinya sendiri melakukan kebajikan. Sedangkan nahi mungkar mengandung pengertian sebagai usaha untuk menolak segala bentuk kejahatan dan segala yang keji serta kesanggupan menjauhinya adalah segala dosa dan kejahatan yang sepanjang masa telah oleh manusia sebagai sesuatu yang jahat.

  3. Tabsyir dan Tandzir

    Artinya memberi kabar gembira tentang rahmat dan karunia Allah yang akan diperoleh orang-orang yang beriman, dan memberi peringatan (ancaman) bagi orang-orang yang tidak mau mengikuti petunjuk Allah.

    Kata Tabsyir dan Tandzir diambil dalam Al-Qur’an surat Al-Isra’ : 105

    “Dan tidaklah kami mengutus engkau Muhammad melainkan untuk memberi khabar gembira dan memberi peringatan.” (Q.S. Al-Isra’ : 105)

    Memberi khabar gembira dan memberi peringatan dapat juga disebut dakwah.

    Tabsyir lebih banyak bersifat harapan, kebahagian dan ini lebih utama di tujukan kepada orang-orang yang imannya masih lemah, orang-orang yang baru masuk Islam, sedangkan Tandzir lebih banyak bersifat memberikan ancaman, dan ini lebih tepat ditujukan kepada orang-orang beriman yang terjerumus dalam lembah dosa.

  4. Tadzkirah

    Yaitu mengingatkan agar manusia memelihara diri dari ancaman di alam akhirat, mengingatkan agar manusia memperbanyak bekal untuk kehidupan di alam akhirat, bekal tersebut tiada lain kecuali amal ibadah kepada Allah. Tadzkirah ini sesuai dengan Al-Qur’an :

    “Berilah beringatan. Sesunguhnya engkau (Muhammad) adalah pemberi peringatan.” (Q.S. Al-Ghasyiyah : 21)

    “ Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat. Orang yang takut kepada Allah adalah manusia yang menerima peringatan. (Q.S. Al-A’la : 9-10)

    Memberi peringatan dapat juga disebut dakwah.

  5. Mauidlah dan Tawashau

    Artinya memberi pelajaran dan nasehat atau pesan yang baik memberi pelajaran dan saling menasehati dalam hal-hal yang baik dapat dikategorikan sebagai dakwah, sesuai dengan Al-Qur’an :

    “Mereka saling memberi nasehat dalam kebenaran dan saling memberi nasehat dalam kesabaran.” (Q.S. Al-Ashri : 3)

Melihat uraian diatas, dapat kita ketahui bahwa lapangan atau scope dakwah sangat luas meliputi perikehidupan manusia itu sendiri, baik statusnya sebagai makhluk individu, makhluk sosial maupun sebagai makhluk alam semesta.

Bagi seorang muslim, dakwah merupakan tugas dan kewajiban yang tidak dapat ditawar-tawar lagi. Kewajiban dakwah merupakan sesuatu yang bersifat Conditional Quanon, tidak mungkin dipindahkan dari kehidupannya. Dakwah karenanya melekat erat bersamaan dengan pengakuan dirinya sebagai seorang yang mengidentifikasi diri seorang penganut Islam. Sehingga orang yang mengaku diri sebagai seorang muslim, maka secara otomatis pula dia itu menjadi juru dakwah.

Agama Islam sebagai suatu ajaran tidaklah berarti, manakala ia tidak dimanifestasikan dalam action amaliah ini dikarenakan agama islam tersebut bukanlah agama yang semata-mata menyoroti satu sisi dari persoalan hidup manusia secara total.

Setiap muslim wajib menyatakan keislamannya itu dimanapun dan dalam kondisi bagaimanapun, sesuai dengan ajaran yang diungkapkan dalam Al-Qur’an surat Ali Imran : 64.

“ Nyatakanlah bahwa engkau itu seorang muslim.” (Q.S. Ali Imran : 64)

Proses pernyataan ini, tidak lain adalah bagian dari aktifitas dakwah. Dizaman sekarang banyak orang yang malu menunjukkan keislamannya, tidak bangga dengan agamanya, takut keislamannya diketahui orang. Padahal untuk dapat melaksanakan dakwah yang pertama kali harus dimiliki adalah kebanggaan terhadap Islam sebagai agama yang dianutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>