Deskripsi Santet dan Cara Penanggulangannya
Deskripsi Santet dan Cara Penanggulangannya
Di dalam Al-Qur’an disebutkan kisah Harut dan Marut di Negeri Babil : “Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Nabi Sulaiman AS (dan mereka mengatakan bahwa Nabi Sulaiman AS itu mengerjakan sihir). Padahal, Nabi Sulaiman AS tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya setan-setanlah yang kafir (mengerjakan sihir).
Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di Negeri Babil yaitu harut dan Marut. Sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan : “Sesungguhnya kami kanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang suami dengan istrinya dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorang pun, kecualli dengan izin Allah. Den mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberikan mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat.
Sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa “Barang siapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, Tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah permuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.” (QS Al- Baqarah : 102)
Perkembangan penelitian Quantum Teleportation selama lima tahun terakhir membuat banyak ilmuwan yang makin percaya bahwa teknologi teleport yang terdapat dalam film Star Trek dapat diwujudkan. Pada tahu 2007, para ilmuwan baru bisa mengkondisikan material di satu tempat dengan material di tempat lain. Tahun 2011, para ilmuwan telah berhasil mengirimkan pertikel Photon hingga mencapai jarak 89 mil. Hingga kini, negara-negara maju tengah bersaing untuk menjadi negara pertama yang menemukan teknologi teleport.
Untuk sementara ini, China yang memimpin persaingan. Sebenarnya, Amerika telah lebih unggul dalam mengkondisikan material agar bisa di teleport. Hal ini dibuktikan dengan pengkondisian materi bola emas yang bisa mengambang di atas meja kaca. Namun sayangnya, penelitian Quantum Teleport di Amerika terpaksa dihentikan pendanaannya pada tahun 2008. Hanya saja, penelitian negara maju hanya bisa memindahkan partikel photon. Sedangkan dukun santet di Indonesia sudah mampu memindahkan jarum, paku, beling, lipan, kecoa, dan lain-lain ke dalam tubuh manusia. Mana yang lebih unggul?
Pihak Amerika berhasil mengkondisikan bola emas bukanlah institusi yang murni bergerak dalam bidang disika kuantum, melainkan National Institute of Health! Health? Kesehatan? Yapss…! penelitian kesehatan sudah mencapai tahap fisika kuantum sehingga ada usaha melakukan penyembuhan melalui gelombang elektromagnetik. Dan perlu kita saksikan di Museum Kesehatan di Surabaya. Sama-sama masuk ke Kesehatan Bukan?
Dalam Museum Kesehatan di Surabaya, ditayangkan foto-foto proses santet dari acara Seminar Budaya yang digelar salah satu Tabloid terbitan Surabaya pada tahun 2002 yang bertema “Membedah Santet dan Pengobatan Supranatural”. Pada foto-foto yang dipajang ditunjukkan bagaimana beberapa jarum tiba-tiba berubah menjadi cahaya dan masuk ke tubuh ayam. Setelah ayamnya disembelih, jarum-jarum itu tertancap di jantung dan ulu hatinya.
Penggambaran sederhana tentang santet adalah mengubah jarum menjadi gelombang kemudian mengirimkannya masuk ke dalam tubuh korban. Gambaran-gambaran sederhana ini tidak bertentangan dengan fisika kuantum karena setiap materi memang memiliki dualisme, sebagai gelombang maupun sebagai pertikel.
Dualisme gelombang dan pertikel memungkinkan terjadinya denomena lipatan ruang dan waktu. Hal ini karena gelombang dapat merambat dengan kecepatan cahaya, dan kita tahu bahwa kecepatan cahaya adalah kecepatan mutlak dan tak ada yang bisa lebih cepat lagi. Dengan kata lain, kecepatan cahaya adalah ujung dimensi ruang-waktu tempat kita berada sekarang. Sulit juga menjelaskannya karena Fisika Kuantum sangat jauh berbeda dengan Fisika Klasik Newtonian. Karena sebagian besar penduduk dunia masih berpikir menggunakan filosofi Newtonian, maka cara terbaik menjelaskan fenomena kuantum adalah dengan analogi Newtonian. Meskipun penjelasan analogis kadang menyesatkan karena tidak memuat seluruh aspek, namun analogi adalah cara yang terbaik.
Sebelum beranjak lebih jauh, kita lihat fenomena Sonic Boom atau terbentuknya kerucut kabut pada saat pesawat menembus kecapatan suara. Kabut tersebut terbentuk karena gelombang suara yang menyatu mengakibatkan udara di sekitar pesawat mengalami kondensasi. Dengan kata lain, kita bisa mengubah udara menjadi kabut dengan memodifikasi gelombang suara. Nah, jika menggunakan gelombang suara yang primitif saja bisa mengubah udara menjadi kabut, apa yang bisa kita lakukan dengan gelombang elektromagnetik yang bisa mencapai ujung dimensi?.
Fenomena santen tak jauh berbeda dengan fenomena kekayaan seni budaya dan kekayaan alam di Indonesia, diabaikan dan dibiarkan diolah oleh bangsa asing. Sampai kapan kah kita senndiri akan menjadi bangsa yang munafik yang mengingkari kelebihan dan kekurangan bangsa kita sendiri, dan terus menerus bercermin mematut-matutkan diri dengan budaya asing? Sebagai ummat beragama, khususnya Islam, kita wajib mengakui adanya “keghoiban” karena itu merupakan pintu menuju keimanan. Seperti yang tercatat dalam surat Al-Baqarah : 3. Salah satu dari sekian banyak entitas ghoib adalah yang kita kenal dimasyarakan kita sebagai santet.
Santet adalah salah satu perbuatan yang haram atau yang menyantet itu kafir (Al-Baqarah : 102). Santet atau sihir untuk melukai, menyakiti, atau bahkan membunuh orang lain sejak lama dikenal oleh manusia. Misalnya yang terjadi di zaman Nabi Sulaiman AS, dimana setan mengajarkan mantra-mantra yang pertama kalinya kepada Harut dan Marut.
Di zaman para nabi, segala sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh sebagian orang dianggap sihir. Oleh karena itu, di zaman para nabi mukhjizat dituduh sebagai sihir, seperti yang dialami Nabi Musa AS (Al-A’raf : 109) dan Nabi Muhammad SAW (Yunus : 2). Nabi Muhammad SAW sendiri pernah disihir atau disantet. Saat itu beliau mengalami sakit demam dan atas izin Allah SWT, diutuslah dua malaikat. Kedua malaikat itu mendatangi Rosulullah dengan duduk di bagian kaki dan kepala Rosul. Mereka lalu berkesimpulan bahwa Rosul telah disantet oleh Labid bin Al-Asham (seorang Yahudi). Lalu Rosulullah SAW dibacakan surat Al-Falaq dan An-Naas. Setiap ayat yang dibaca menyembuhkan Rosulullah dan ditemukanlah bundelan berisi benda-benda aneh yang dijadikan sebagai media santet.
Santet atau sihir saat ini bukannya sudah hilang, malah menjamur di masyarakat. Media yang digunakan antara lain : foto, rambut, kuku, bekas makanan atau minuman, jejak kaki di tanah, pakaian bekas pakai dan sebagainya. Banyak alasan untuk melakukan itu atau kita bisa menjadi sasaran santet. Sebagian dari kita berpikir bahwa hal itu tidak perlu dipercaya, orang yang terlalu percaya diri seperti ini biasanya menyesal belakangan. Percaya atau tidak percaya, sebaiknya kita menyiapkan diri untuk menangkis serangan santet. Salah satu cara mengatasi santet adalah dengan kita selalu berpasrah diri kepada Allah SWT, sholat dan puasa sunnah. Tetapi hal tersebut tidaklah cukup, kita wajib ikhtiar.
Ikhtiar 1 : Bersholawat teruntuk Nabi Muhamad SAW setiap pagi dan perang, membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas setiap hendak tidur, berpergian dan sebagainya, senantiasa membaca tawakkal dan hauqalah (Bismillahi tawakkaltu …. hingga akhir), mengamalkan amalan, dzikir, dan wirid ataupun hizib yang dapat diminta dari para Habaib, Kyai, atau Ustadz.
Ikhtiar 2 : Bergabunglah dengan majelis-majelis dzikir agar bisa diijazahkan amalan-amalan yang bermanfaat.
Demikian beberapa cara untuk menjaga diri dari santet. Segala hal yang terjadi senantiasa diizinkan oleh Allah SWT. Jika kita tidak berikhtiar, maka kesalahan berada di pihak kita sendiri.











Leave a Reply