DISIPLIN

DISIPLIN

“DISIPLIN adalah jembatan yang menghubungkan antara TUJUAN dan PENCAPIAN.”

Jim Rohn

 

Kriteria orang-orang sukses adalah selalu disiplin terhadap hidupnya, baik dalam hal waktu, keluarga, usaha pekerjaan, maupun disiplin terhadap hal lain. Berkat disiplin, orang akan selalu terpacu untuk membangun pribadi yang lebih cerdas dan efektif. Disiplin juga bisa diumpamakan sebagai bahan bakar yang terus-menerus mendorong orang untuk maju mencapai cita-cita.

Di sisi lain, banyak orang yang beranggapan bahwa disiplin sangat sulit dilakukan dan sering kali menyakitkan. Oleh sebab itu, banyak orang yang tidak mau mendisiplinkan diri. Mendisiplinkan diri berarti tidak terpengaruh oleh berbagai hal yang bisa “mengganggu” terwujudnya cita-cita Anda. Contoh, jika Anda ingin menjadi mahasiswa lulusan terbaik, Anda tentu tidak akan setiap saat pergi ke diskotik setelah selesai belajar di kampus. Jika Anda mendisiplinkan diri untuk meneruskan belajar di perpustakaan atau dirumah, tidak mengherankan jika Anda akan menjadi mahasiswa lulusan terbaik.

Pianis profesional berjari empat

Hee Ah Lee lahir pada tahun 1985 di Korea dengan kondisi cacat. Panjang kakinya hanya selutut dan jarinya hanya 4 buah, 2 di kiri dan 2 di kanan. Dokter bahkan memvonis bahwa hidupnya tidak akan bertahan lama sehingga sejak kecil dia lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Ibunya seringkali sedih melihat kondisi anaknya. Selalu terlintas dipikirannya, apa yang bisa dilakukan Hee Ah nantinya?

Ibunya pun mencoba berbagai cara untuk menguatkan keempat jari-jarinya. Akhirnya, sebagai jalan keluar ia memutuskan untuk mengajarnya bermain piano. Ditemani ibunya, Hee Ah kemudian mendatangi banyak tempat kursus piano. Sayang, semua menolak Hee Ah sebagai muridnya. Alasan utama penolakan mereka adalah karena jari Hee Ah hanya 4 dan tentu akan sangat tidak memungkinkan baginya belajar dan menguasai permainan [piano yang dimainkan 10 jari.

Walaupun kecewa, ibu Hee Ah tidak putus asa. Ia terus mengajak Hee Ah mengunjungi berbagai tempat kursus piano. Akan tetapi, selalu jawabannya sama yang mereka terima. Pada suatu hari, ibu Hee Ah bertemu dengan seorang guru piano yang kebetulan berkunjung ke rumah sakit tempatnya bekerja. Setelah ibu Hee Ah menceritakan masalah dan kendala anaknya, guru piano itu akhirnya bersedia menerima Hee Ah sebagai muridnya.

Hee Ah langsung menunjukkan bakat kemampuannya yang mengagumkan dalam bermain piano. Doa sadar bahwa untuk berhasil, dia tidak boleh hanya berharap dari bakat, tetapi dia harus terus berlatih walaupun kaki dan keempat jarinya terasa sakit. Hee Ah sangat mendisiplinkan diri dalam berlatih. Walaupun sakit, dia tetap serius. Karena kelelahan, dia bahkan pernah tertidur di atas piano. Setelah permainan pianonya semakin mahir, dia pun mengikuti dan memenangkan berbagai perlombaan piano.

Ketenaran Hee Ah membuat banyak koran dan produser program stasiun televisi memintanya untuk tampil dalam acara mereka. Dia bahkan diminta mengisi suara untuk film animasi berjudul “Bartok”. Dengan demikian, orang yang mengenalnya pun semakin banyak. Pada bulan Desember 2000, Hee Ah diundang untuk tampil pada acara pembukaam di Sydney Paralympic Games, yang bertemakan kepercayaan, harapan, cinta, dan keharmonisan.

Suatu ketika, Hee Ah pernah didatangi anak-anak. Berikut percakapan yang terjadi di antara mereka :

Anak-anak : “Apa nggak sakit tuh main piano dengan 4 jari?”
Hee Ah : “Justru ketika bermain piano itu ada kekuatan yang muncul di keempat jariku.”
Anak-anak : “Terus, mimpimu apa, Hee Ah?”
Hee Ah : “Aku ingin menjadi pianis dunia dan membuat surga dunia bagi penyandang cacat! Mimpi kalian apa?”
Anak-anak : “….?”

Mari kita renungkan sebentar. Banyak orang yang dilahirkan dengan jari-jari lengkap yang juga kursus dan berlatih piano. Akan tetapi, banyak pula di antara mereka yang berhenti, menyerah, dan tidak mau belajar sampai selesai. Kedisiplinan diri tinggi yang ditunjukkan Hee Ah ketika belajar bermain piano akhirnya mampu menjadikannya pianis profesional yang terkenal di Asia bahkan dunia. Secara tidak langsung, Hee Ah telah mengajarkan kepada kita bahwa dengan ketekunan dan kedisiplinan tinggi, segala sesuatu bisa dicapai.

Kesuksesan abadi dibangun dari disiplin. Sebuah spresiasi bahwa Anda harus memberikan perintah untuk diri sendiri dan secara disiplin darus mematuhi serta menjalankannya. Orang sukses dan orang kaya akan selalu mendisiplinkan diri untuk mencapai kesuksesan yang mereka impikan. Orang sukses tahu bahwa kesuksesan tidak pernah bisa diraih tanpa adanya kerja keras, keyakinan, pikiran yang cerdas, dan pola perilaku yang efektif dan efisien. Kesuksesan akan bisa diraih jika disiplin diri, waktu, dan perilaku menjadi bagian dalam kehidupan.

“Kemampuan MENDISIPLINKAN DIRI menunda kenikmatan jangka pendek demi menikmati keuntungan yang lebih besar dalam jangka waktu panjang merupakan prasyarat mutlak untuk meraih kesuksesan.”
Brian Tracy

ad

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>