Penyebab Limiting Belief atau Mental Block
Penyebab Limiting Belief atau Mental Block
Presepsi yang timbul itu tergantung dari pengalaman yang kita terima, bisa saja kita katakan bahwa orang tersebut terburu0buru, atau bisa juga mengatakan bahwa orang itu sombong dan lain sebagainya, semua itu tergantung dari dunia internal kita.
Contohnya : Ketika kita masih kecil, saat kita sedang memegang uang, lalu orang tua kita mengatakan, “Jangan pegang uang itu, uang itu kotor.” Saat sudah dewasa, setiap harus mencari uang maka terjadi pengalaman yang sudah terkumpul dari kecil hingga masa dewasa membuat tidak mau mencari uang karena uang tersebut kotor. Atau masih kecil sering dimarahi oleh orang tua kita dianggap bahwa kita tidak mampu mengerjakan sesuatu lalu kita menangis lalu malah tambah dikatakan “Memang kamu bodoh.” Saat dewasa, setiap gagal melakukan sesuatu sering muncul kata-kata dari pengalaman masa kecil “Memang benar kata orang tua saya dulu, bahwa saya memang bodoh”, atau bisa juga ketika masih kecil saat tidak melakukan halyang benar lalu dimarahi orang tua kita sambil mengatakan “Bila kamu tidak mengerjakan yang benar maka Ayah tidak sayang dengan kamu”. Lalu saat dewasa saat kita dimarahi oleh atasan kita, lalu munculah pengalaman masa lalu yang mengatakan bahwa kalau dimarahi artinya tidak disayangi atau jangan-jangan malah sebentar lagi dipecat. Asumsi itu tidak datang sendiri tetapi terjadi karena pengalaman yang terkumpul dari masa kecil hingga dewasa. Apa yang terjadi? Terjadilah pengalamn internalisis dimasa kecil kita yang akan terbawa hingga dewasa. Inilah yang menyebabkan kenapa banyak orang yang sudah berusaha sedemikian keras tetapi tidak bisa mengarahkan diri menjadi sukses.
Memetakan Problem
Selama saya sebagai seorang Coach, Therapist dan Trainer sebelum saya membantu mentransformasikan diri mereka, saya mencari faktor penyebab atau memetakan problem mereka terlebih dahulu.
Saya menemukan bahwa problem manusia saya pecah menjadi dua bagian besar. Ini sesuai dengan teori Neurological Level nya Robert Dilts. Apa sajakah itu?
Neurological Level
Saya pecahkan menjadi 2 bagian besar problem kenapa orang belum sukses, yaitu :
- Berkaitan faktor pikiran
Faktor pikiran terdiri dari belief atau keyakinan, value atau nilai-nilai, identity atau identitas atau bisa juga citra diri dan terakhir spiritual.
- Belief atau kepercayaan adalah sebuah keadaan yang belum tentu benar atau salah tetapi diyakini sebagai kebenaran. Contoh : saya tidak menyukai jualan karena jualan susah.
- Value atau nilai-nilai adalah sebuah hal yang dianggap penting oleh diri kita sendiri. Sifatnya subjektif. Ini menjadi filter diri kita untuk melakukan sesuatu.
Contoh : sebutkan hal yang penting dalam memilih sebuah pekerjaan? Lokasi, uang, karir, dan sebagainya. Jadi, bila ada seseorang mau menjadi seorang sales tetapi prestasinya biasa saja bisa jadi karena ada value yang tidak ada disana yang seharusnya ada.
Contoh : sebutkan hal yang paling penting dalam hidup Anda? (ini disebut core value). Misal : Spiritual, keluarga, santai, bahagia, akulturasi diri. Sedangkan orang tersebut mau rajin olah raga atau menjaga kesehatan. Apa yang tidak ada disana> yaitu kriteria value sehat tidak ada disana. Maka harus dimasukkan. Cara memasukkannya di bab 7 dan bisa melakukan dengan cara no. 1, yaitu visualisasi dan mengarahkan kehidupan ke sana.
- Identity atau identitas adalah sebuah pelabelan diri kita yang bisa berarti positif dan negatif. Tergantung label apa yang Anda masukkan ke diri Anda.
Contoh : siapa sih Anda dalam konteks pekerjaan? Orang ke-1 menjawab, “Saya hanya karyawan biasa.” Sedang orang ke-2 menjawab, “Saya asalah seorang yang pintar dalam bernegosiasi.” Atau orang ke-3 menjawab, “Saya adalah Leader yang luar biasa.” Apa yang Anda lihat dari tiga hal diatas. Yang satu adalah menganggap dirinya biasa saja, sedangkan yang kedua dan ketiga menggap diri luar biasa. Kira-kira mana yang akan lebih sukses? Pasti orang yang mempunyai identitas yang bagus.
Saya banyak menemukan orang yang identitasnya tidak cukup bagus maka berefek ke hal yang kontekstual tadi menjadi tidak bagus juga. Bagaimana dia bisa menjadi luar biasa? Dia menilai dirinya biasa saja. Cara melakukan instalasi identitas juga caranya sama dengan melakukan visualisasi di bab 7 gangan teknik no.1.
- Spiritual, spiritual disini tidak selalu berkaitan dengan Tuhan tetapi juga bisa berkaitan dengan visi misi atau untuk siapa lagi dia melakukan hal yang kontekstual tadi.
Contoh : Anda bekerja untuk siapa lagi? Saya bekerja untuk membantu orang lain agar menjadi luar biasa.
Semua hal diatas akan saling menunjang satu sama lain. Bila identitas bagus maka value dan belief juga magus. Sedangkan bila belief bagus, belum tentu identitas bisa bagus. Menurut pengamatan dan analisa saya, bila bagus yang atas, kebawah cenderung akan bagus. Paling tidak bagus hingga sampai level belief saja.
- Berkaitan faktor lainnya
Disini bisa karena faktor lingkungan, behavior, atau perilaku mereka dan terakhir kemampuan atau kapabilitas atau bisa juga disebut skill.
- Lingkungan atau environment, adalah lingkungan mana kita bertempat tinggal atau bergaul. Lingkungan kita akan berpengaruh kepada faktor kesuksesan kita, mental block bisa saja tercipta dari lingkungan. Bahkan saya secara pribadipun tidak membaca koran atau berita-berita yang menyeramkan karena saya tidak mau mengotori oikiran dengan sampah-sampah berita yang tidak bergunaa. Adapun yang saya masukan ke dalam pikiran akan berpengaruh kepada tindakan kita. Kalau kita percaya bahwa pasar lagi sepi, maka kita kalau tidak berhasil jualan akan mempercayai bahwa memang lagi sepi sehingga kita menjadi tidak maksimal dalam bekerja. Bahkan ada seorang motivator yang mengatakan bahwa bila Anda mau menjadi hebat, pilihlah 5 orang teman baik kamu dan mereka juga menganggap kamu teman baiknya. Coba jumlahkan gaji mereka dibagi dengan 5 maka itu adalah besar pendapatan Anda sekarang. Bila angka tersebut lebih besar artinya Anda sudah memilih teman yang benar yang akan membawa Anda naik ke atas. Jika pendapatan mereka lebih kecil dari pendapatan Anda, maka Anda salah memilih teman. Karena ini akan berpengaruh dengan penghasilan Anda.
Ini juga saya gunakan ketika saya mau mengakselerasi diri saya dengan cepat naik ke atas. Saya memakai konsepp ini dan ternyata cepat sekali naik ke atas. Bahkan pengetahuan saya pun cepat sekali berkembang. Ini maksudnya bukan Anda memilih orang-orang yang Anda mau temani. Tapi itu cara paling tercepat, lingkungan merupakan pembentuk diri kita yang pertama.
Contoh : bila kita baru saja jualan kemudian kita gagal jualan, lalu kita berkumpul dengan teman-teman yang juga suka mengeluh maka yang terjadi kita menjadi punya belief bahwa jualan susah.
- Perilaku atau behavior, perilaku yang kita ambil apakah sudah mencerminkan diri kita? Baik cara kita berbicara, cara kita bertingkah laku, cara kita berpakaian dan lainnya.
Contoh : mau menunjukkan diri Anda adalah orang yang sukses, tunjukkan cara Anda berpakaian. Bila Anda mau dikenal sebagai leader yang baik, apakah Anda sudah belajar bertingkah laku menjadi leader yang baik? Di sisi lebih berbicara mengenai walk the talk dan talk the walk. Apa yang kita bicarakan apakah sesuai dengan perilaku kita? Atau perilaku kita apakah sudah sesuai dengan yang kita bicarakan?
- Kemampuan atau capabilities, di sini kita bicara mengenai apakah kita mempunyai pengetahuan atau tidak untuk melakukan sesuatu tindakan. Apakah kita mau belajar secara terus menerus untuk mencapai keahlian? Kenapa kadang saya menemukan orang mempunyai belief bahwa dia sales yang luar biasa tetapi kemampuan menjualnya sangat jelek sekali. Sehingga belief yang sudah ditanamkan kepada dirinya akan rusak. Jadi di sini sangat diwajidkan untuk belajar dan berlatih dengan benar. Menurut Malcom Galdwel dalam bukunya The Outlier untuk mencapai kehebatan yang luar biasa maka dibutuhkan 10.000 jam berlatih dan melakukannya. 10.000 jam di sini berarti kurang lebih 8-9 tahun dan itupun harus berlatih yang benar. Bila berlatih yang salah maka hasilny pun salah.
Bagaimana Memetakannya?
Setelah mengetahui diatas, maka begitu Anda menemukan seseorang yang mempunyai problem dengan kesuksesan, coba Anda cek masalahnya di faktor pikiran atau faktor lainnya?
Ada orang yang memang faktor pikirannya bagus dan sangat positif tetapi faktor lainnya sangat jelek. Maka orang ini akan jelek juga hasilnya. Sedangkan bila faktor lainnya bagus misal : punya skill yang bagus, lingkungan bagus, behavior bagus tetapi orangnya tidak mempunyai keyakinan yang bagus bahkan identitas yang bagus maka akan berpengaruh kepada kesuksesan dirinya.
Bila masalahnya adalah faktor pikiran maka sangat disarankan untuk meningkatkan atau melepaskan mental block dan menciptakan citra diri atau identitas yang positif. Tetapi bila faktor lainnya yang sangat berpengaruh maka sangat disarankan untuk meningkatkan atau mengidentifikasikan lingkungannya dullu, atau perilakunya dicoba untuk dicek dan yang terakhir adalah perlu diberikan training yang berkaitan dengan keahlian yang seharusnya dia punyai atau miliki. Patokannya tetap memakai data yang di atas di Neurological Level.
Belief Test
Dihalaman terakhir saya akan memberikan Belief Test yang diadaptasi dari Jeffrey Young’s mengenai seberapa berharganya kita dan seberapa layaknya kita, di sana Anda diberikan 100 pertanyaan yang Anda akan jawab benar atau salah. Lalu Anda akan skoring angka tersebut. Bila Anda sudah menemukan jawaban dari skoring tersebut, bila hasil dari skoring tersebut ternyata menjadi sebuah emosi negatif atau citra diri yang jelek maka Anda disarankan untuk melakukan cara menghilangkan mental block dari bab 7.
Citra diri jelek atau negatif dan mental block yang buruk bukanlah sebuah mala petaka, di sini Anda akan mampu menghilangkan dengan baik, sangat saya sarankan gunakan teknik 2 berupa visualisasi, teknik 3 berupa Ego State Therapy dan teknik 4 berupa Eye Movement Integration. Bila belum berjalan dengan baik, segeralah Anda mengikuti workshop The Secret of Wealthy Mindest atau datang secara personal ke Hypnotherapist, Ego State Therapist yang lulusan dari School of Mind Reprogramming atau datang ke Personal Coach yang berlisensi Holistic Success Coach.
Kenapa itu Tidak Mudah Dihilangkan?
Ilmu teknologi pikiran mengatakan bahwa pikiran dibagi menjadi 3 yaitu pikiran sadar (Conscious) dan pikiran bawah sadar (Subconscious) serta pikiran tak sadar (Unconscious).
Sebenarnya ada satu lagi yang disebut Superconscious tetapi kita tidak bahas disini. Pikiran sadar adalah bagian dari otak kita yang menguasai sekitar 10-12% dari pikiran kita sedangkan pikiran bawah sadar menguasai 88-90%, angka ini datang dari asumsi seperti gunung es dipermukaan air. Terlihat seperti permukaan sangat kecil tetapi dibawah permukaan air sangatlah besar dan dalam. Inilah yang terjadi dengan kapal laut Titanic yang terkenal tersebut saat tenggelam. Karena mengasumsikan bahwa gunung es tersebut sangatlah kecil dan mau diterjang oleh kapal Titanic dan ternyata asumsi itu salah dan menenggelamkan kapal Titanic tersebut.
Dimana letaknya pikiran tak sadar, pikiran tak sadar itu mengatur kehidupan kita seperti jantung yang berdetak, nafas yang Anda tarik dan hembuskan, saat Anda mengangkat tangan Anda yang memerintahkan memang conscious tetapi yang menggerakkan adalah pikiran tak sadar (Unconscious). Bagaimana dengan Anda melakukan tindakan yang Anda tidak mau tanpa Anda sadari, itu adalah unconscious yang menggerakkannya. Pikiran bawah sadar berfungsi sebagai tempat penyimpanan semua kejadian atau pengalaman kita.
Dengan informasi di atas, seluruh pengalaman masa lalu disimpan di pikiran bawah sadar. Yang kita ibaratkan seperti harddisk yang menyimpan seluruh data di sana. Apalagi data yang disimpan berupa pengelaman di dalam ikiran kita tidak dapat mudah untuk dihilangkan. Maka wajarlah kalau kita berusaha keluar dari masalah itu, yang terjadi malah menyedot kita kembali ketitik semula.
Karena pikiran kita dikuasai oleh pikiran bawah sadar dan pikiran tak sadar membuat diri kita sering kesulitan mengontrol diri kita. Bisa diibaratkan Anda mengendalikan gajah di dalam diri Anda sendiri di mana diri kita kadang sulit mengendalikan dajah di dalam diri bila gajah tersebut berontak dan mengamuk. Inilah yang menyebabkan kita kesulitan untuk mengendalikan rasa marah kita, malas, suka menunda dan masih banyak lagi. Sehingga mental block atau limiting belief sangat sulit dihilangkan bila tidak mengetahui caranya. Apalagi ada satu hal aturan main dari pikiran yang mengatakan sekali informasi masuk ke dalam otak maka hal tersebut sangat sulit digantikan dengan yang baru. So, apa yang harus dilakukan? Apakah semua mental block atau limiting belief itu berbahaya?
Saya memecah mental block menjadi dua bagian yaitu mental block yang terjadi karena pengalaman masa lalu yang ditaruh di masa lalu Anda dan mental block yang terjadi karena sebuah pengalaman masa lalu atau masa sekarang yang ditaruh di masa depan.
Maksudnya begini, jika kita di masa lalu sering dikatakan tidak mampu atau bodoh atau sejenisnya ketika masa muda atau masa kecil, lalu kita memutusan untuk menjadi orang sukses dan mengikuti training atau membaca buku motivasi. Maka mental block di masa lalu tidaklah mengganggu selama bila Anda jatuh dan mengalami persoalan dan Anda langsung berdiri, kemudian tetap melihat masa depan, maka hal tersebut tidaklah mengganggu. Baru mengganggu bila kita jatuh, kemudian kita menengok kebelakang dan kita menyadari bener “ya” kata orang tua saya dulu bahwa saya bodoh dan sebagainya, maka itu akan menjatuhkan kita lagi. Selama Anda tetap melihat ke depan maka Anda akan aman.
Yang menjadi masalah adalah mental block yang ditaruh di depan misal : “Bila saya kaya nanti saya sombong”. Atau “Bila sayakaya nanti saya menjadi orang yang lupa dengan Tuhan.” Bahkan ada klien saya yang mengatakan begini, “Bila saya sukses, nanti ibu saya meninggal.” Nah, ini yang menghambat kita menjadi sukses. Bagaimana mau menjadi sukses, saat mau berhasil kita langsung membatalkan atau menunda untuk melakukannya. Ini yang menurut saya cukup berbahaya dan bisa menghalangi kesuksesan Anda. Ini sangat saya sarankan untuk diberesin terlebih dahulu.
Apakah setelah mental block kita bereskan maka semua masalah langsung beres dan langsung mendapatkan keberlimpahan?
Belum tentu juga, karena saya menemukan ada orang yang setelah mental block debereskan masih juga menganggap saya yakin menjadi sukses tetapi itu semua tergantung Tuhan. Sebenarnya bila dilihat dari prespektif teknologi pikiran, ini masih dikaitkan dengan mental block tetapi arahnya lebih spiritual, dan saya yakin sekali bahwa Tuhan menginginkan Anda sukses dan tidak memakai batas waktu. Bila Anda mau sekarang, maka Anda dapat sekarang, bila Anda merasa tidak layak, maka rejeki juga akan tidak layak juga Anda dapatkan. Ini sama seperti cerita saya di atas mengenai orang sedang melakukan fitness yang orang A, B, dan C. Ini yang membedakan adalah orangnya apakah mau atau tidak “menerima” rasa sakit seperti A yang ingin cepat mencapai prestasinya. Sedangkan C pasti sangat sedikit sekali rasa sakitnya. Semua pilihan Anda.
Jelas Tuhan mau yang terbaik dengan Anda, bila Anda sukses pastilah Anda dapat berbagi kepada orang lain dengan lebih cepat dan lebih baik. So, pilihannya tergantung kepada diri kalian sendiri.










Leave a Reply