Penelitian Mengenai Belief Di Bidang Kesehatan
Penelitian Mengenai Belief Di Bidang Kesehatan
Ada sebuah pemahamanlama mengenai belief bahwa manusia tidak dapat merubah kehidupannya karena sudah diibawa sejak lahir dan ada faktor genetika da sana. Dan akhirnya ada ahli biologis yang khusus melakukan penelitian sel menemukan bahwa manusia bisa berubah hingga level DNA. Itu sama saja seperti Anda merubah cetak biru genetika Anda.
Salah satu pelopor dalam pemahaman baru DNA adalah Bruce Lipton, Ph.D. dalam bukunya The Biology of Belief (2005) yang menjadi fenomena dan menjadi pembicaraan dimana-mana karena penemuan beliau yang spektakuler. Beliau adalah seorang ahli sel biologi yang mengajar mahasiswa kedokteran yang akhirnya mengundurkan diri untuk melakukan penelitian. Bruce Lipton menulis bahwa hidup manusia tidak dikendalikan oleh gen malah sebaliknya kita bisa menentukan hidup kita sendiri. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa gen hanyalah cetak biru. Dan juga diketemukan bahwa adanya energi yang tak terlihat dan tak terbentuk yang menjadikan sebuah lingkungan gen yang dapat merubah cetak biru hidup kita. Dan beliau menganggap bahwa kedokteran lama melakukan hal yang salah dan perlu dilakukan pengujian kembali khususnya yang hanya melakukan mengobati penyakit hanya dengan memberikan obat saja sebagai satu-satunya cara pengobatan. Dan itu diuji kembali.
Kesimpulan Bruce Lipton inilah yang membuatnya mengundurkan diri dari Universitas Kedokteran Wiscinsin. Ia menyadari bahwa apa yang ia ajarkan selama ini dengan model partikel fisik yang mengendalikan kehidupan adalah salah besar. Ia menyadari bahwa baik tubuh manusia dan alam semesta pada dasarnya memiliki sosok mental dan spiritual. Ada medan energi tak terlihat tanpa kepemilikan fisik yang menciptakan partikel yang kita sebut sebagai pengendali tubuh. Jadi, kita tahu bahwa tubuh ini tidak sekedar mesik fisik, kita dapat mengetahui bagaimana cara mengendalikan dan mempengaruhi kesehatan kita. Penelitian Bruce Lipton ini merupakan tonggak baru ada faktor lain selain hanya sel saja yang berpengaruh. Sebuah keyakinan atau belief juga berpengaruh dalam hal ini.
Yang lebih menakjubkan lagi dari pemahaman Bruce Lipton, bahwa bilief sistem setiap individu, termasuk persepsi yang kita punyai, memiliki kemampuan mengalahkan genetis bawaan dan sel DNA yang kita miliki. Setiap kita mempercayai sesuatu atau belief akan sesuatu baik positif dan negatif secara tidak langsung akan merubah DNA kita.
Dengan kata lain, Anda dapat mempengaruhi dan mengubah struktur genetis Anda. Caranya adalah dengan memodifikasi bagaimana cara Anda melihat diri Anda dan meletakkan diri Anda sebuah keyakinan yang Anda percayai. Persepsi Anda memiliki kekuatan untuk mengubah karakter genetis Anda. Kepercayaan dapat mengatur dan merubah kondisi biologis Anda. Walaupun ini seperti hal yang tidak mungkin, banyak orang yang mengalami perubahan sampai sejauh yang bisa dipikirkan manusia.
Effect Placebo
Mungkin bila Anda bertanya kepada teman Anda yang seorang dokter, bila ada pasien yang dinyatakan oleh dokter, bahwa dirinya sehat maka tak jarang dokter memberikan obat yang mengandung gula, uniknya kalau Anda mempercayai dokter Anda, kesembuhan bisa saja terjadi. Ini dinamakan efek placebo. Bahkan di dunia hipnoterapi pun, Dave Elman pernah melakukan hal sama untuk anaknya yang susah tidur. Dengan menyebut bahwa ada air ajaib yang dapar membuat anaknya tidur pulas.
Ada sebuah penelitian disebuah Sekolah Tinggi Kedokteran Bayor, yang terbitkan pada tahun 2002 di New England Journal of Medicine, penelitian ini mengevaluasi pembadahan yang dilakukan pada pasien dengan sakit lutut yang parah (Moseley, et al, 2002). Penulis utama tersebut Dr. Bruce Moseley, “tahu” bahwa operasi pada lutut telah membantu pasien-pasiennya. “Semua ahli bedah tahu bahwa tidak ada yang namanya efek placebo di duunia bedah.” Akan tetapi Moseley ingin tahu bagian mana dari bedahnya yang menolong pasiennya. Pasien dalam studi tersebut dibagi atas tiga group. Pada group pertama, Moseley merintis tulang rawan yang rusak pada lutut. Pada group kedua, Moseley membuang sendiri lutut, membuang bagian yang dianggap penyebab peradangan. Kedua group ini menerima apa yang merupakan stAndar pengobatan arthristis pada lutut. Kelompok ketiga mendapat bedah “bohongan”.
Pasien dibius Moseley membuat tiga torehan stAndar dan kemudian berbicara dan bertingkah seakan-akan dia sedang menjalani bedah yang sebenarnya. Ia bahkan mencipratkan air asin, seakan-akan ia sedang menjalankan prosedur mencuci lutut. Setelah 40 menit, Moseley menjahit irisan itu seperti bedah biasa. Semua kelompok mendapatkan obat pasca bedah yang sama termasuk program olahraga.
Hasilnya mencengangkan, dua kelompok yang menerima bedah membaik seperti yang diperkirakan. Akan tetapi, kelompok placeblo juga membaik seperti kelompok lainnya. Terlepas dari fakta bahwa ada 650.000 bedah arthistis lutut setiap tahunnya dengan biaya $5.000, hasilnya jelas bagi Moseley. “Keahlian saya sebagai ahli bedah, tidak ada artinya bagi pasien. Seluruh keberhasilan bedah osteoarthistis di lutut hanyalah efek placebo.”
Program televisi mengilustrasikan keberhasilan ini, cuplikan tersebut menunjukkan anggota group placebo berjalan dan bermain basket, pendeknya melakukan apa yang dulu tidak dapat mereka lakukan sebelum “pembedahan”. Pasien placebo tidak tahu kalau mereka menjalankan operasi palsu hingga dua tahun kemudian. Salah satu anggota group placebo, Tim Perez yang sebelumnya berjalan dengan bantuan tongkat sebelum operasi, sekarang mampu bermain basket dengan cucunya. Ia merangkum tema buku ini ketika ia mengatakan pada Discovery Health Channel “Di dunia ini apapun masuk akal jika Anda berfikir serius, saya tahu pikiran Anda bisa menciptakan keajaiban.”
Pada tahun 1995, H.K. Beecher kepala dari Anesthesiology rumah sakit di Boston menerbitkan buku berjudul “Kekuatan dari Pleceno” isi bukunya menggambarkan medis dan sejarah penemuannya, mendokumentasikan nahwa satu dari tiga pasien sembuh hanya dengan menggunakan placebo saja.
Begitu juga Deepak Chopra, MD. Pernah melakukan pengobatan kanker ketika dia masih menjadi dokter dan dia memakai efek placebo yang akhirnya orang tersebut sembuh. Hanya setelah beberapa waktu kemudian, orang tersebut menjadi tidak percaya akan kesembuhanny dan kembali lagi sakit.
Placebo digunakan untuk menggambarkan bentuk segala pengobatan dimana pasien dituntut untuk percaya bahwa mereka mengalami suatu prosedur yang bermanfaat. Sementara pada kenyataannya mereka diberi suatu yang tidak memiliki sifat penyembuhan yang dikenal pada umumnya. Secara sederhana placebo bisa berupa pil gula atau larutan garam biasa dengan kata lain, sementara pasien telah setuju untuk berpartisipasi dalam sebuah penelitian medis. Mereka mungkin tidak tahu persis apa peran mereka di dalamnya. Untuk pengalaman medis termasuk sayatan, jahitan sementara pada kenyataannya tidak ada yang ditambahkan, tidak ada organ yang nyata, tidak ada tumor yang dibuang.
Ada juga penelitian dimana ada seseorang yang bagian atas jari telunjuknya terpotong tanpa sengaja, sekelompok tim medis mampu mengubah instruksi genetis dan mampu menumbuhkan setengah inci bagian atas jarinya dalam waktu empat minggu. Pada dasarnya, jari telah diprogram untuk menunda infeksi ketika luka semacam ini terjadi. Karena itu tim medis mengganti bagian jarinya yang terpotong dengan sel punca yang diprogram untuk menumbuhkan jari-lengkap dengan kuku, kutikula dan daging. (Dr. Wayne Dyer, 2009).
Dalam beragam studi mengenai depresi, penyakit hati, rheumatoid arthristis, tukak lambung, dan kanker, kekuatan pikiran yang mampu mengalahkan penyakit ini melebihi pengobatan modern untuk mengobati sel yang sakit. Begitu juga saya telah melakukan dan membantu orang yang terkena mioma, asma, migrain, dan beberapa penyakit lainnya hanya dengan menggunakan kekuatan dari pikiran.
James Allen seorang penulis pernah mengatakan “Dengan mengubah kepercayaan saya, saya mengubah diri saya, sebagai hasil dari perubahan kepercayaan saya ini, saya telah menarik beberapa fitur baru dan menakjubkan ke dalam diri saya, termasuk bisikan untuk menulis buku ini dan membaginya dengan Anda”.
Hidup Anda dan diri Anda ditentukan dari apa yang Anda percayai bukan ditentukan oleh faktor genetis. Jika Anda mempercayai hal yang bagus maka alam akan menarik energi yang sesuai dengan apa yang kita butuhkan. Bahkan bisa merubah hidup Anda seperti yang Anda inginkan. Yang paling penting adalah faktor kepercayaan pasien.
Mei 2004, sekelompok scientists di Italia Universitas Turin, melakukan studi penyelidikan kekuatan dari sebuah belief sistem untuk menyembuhkan dalam sebuah situasi medis mulai dengan obat yang meniru Dopamin dan meringankan penderitaan pasien. Bahkan mereka melakukan scan elektronik dari otak pasien dan menunjukkan hal positif dari efek meniru Dopamin.
Dari hal ini dapat disimpulkan bahwa belief sistem atau sebuah keyakinan memegang peranan besar dalam kehidupan manusia. Bukan hanya mempengaruhi sebuah kesehatan bahkan juga sampai mempengaruhi kesuksesan Anda. Pilihannya ada di diri Anda, apakah Anda mau mempercayai hal tersebut atau mau meleset lebih tinggi dari yang pernah Anda bayangkan?.










Leave a Reply