Limiting Belief atau Mental Block

LIMITING BELIEF atau MENTAL BLOCK

 

Apa itu Mental Block atau Limiting Bilief?

Belief menurut Robert Dilts (Master Trainer NLP) adalah sebuah generalisasi dari sebuah pengalaman. Sedangkan menurut Michael Hall (Neuro Sematic NLP) Belief adalah sebuah keyakinan yang telah dikonfirmasikan baik sengaja maupun tidak sengaja.

 

Jadi, apa itu Mental Block atay Limiting Belief?

Bila dilihat dari definisi diatas dan ditambah dengan kata-kata Block atau Limiting artinya sebuah keyakinan yang menghambat atau menghentikan kita.

Sebenarnya limiting belief atau mental block tidak selamanya jelek, kadang mempunyai maksud bai, contoh yag bisa saya anggap limiting belief atau mental block yang mempunyai maksud baik, “kalau sukses nanti lupa dengan Tuhan.” Maksudnya positif kan? Hanya salah dalam penempatan dan komteksnya, ada juga salah satu klien saya yang pernah diterapi dengan salah satu rekan Hipnoterapis yang cukup ternama dan dihilangkan mental block berkaitan dengan uang, dikatakan bahwa “Mencari uang itu medah” itu betul. Hanya tidak dimasukkan dalam konteks ekologis, yang pada akhirnya karena dianggap mencari uang itu mudah, maka dia melakukan korupsi hingga terjadi pemecatan.

 

Apa yang dimaksud dengan Ekologis?

Ekologis di dunia NLP dimaksudkan adalah memegang prinsip win—win—win yang artinya saya menang, Anda menang, semua orang menang, prinsip ini mengacu agar kita janganlah merugikan orang lain, semua hal yang kita lakukan harus memegang prinsip win-win-win. Bila kasus korupsi diatas maka yang terjadi adalah win-lose-lose. Yaitu saya menang, Anda kalah, dan semua orang khususnya perusahaan kalah.

Mungkin juga yang paling mudah adalah harus halal bila bingung dengan pengertian ekologis tadi. Jadi, saya minta dari awal para pembaca atau klien saya untuk memegang filosofi win-win-win dan ekologis tadi, sehingga benar-benar hasilnya akan bagus.

Menurut Robert Dilts, penyebab sebuah belief bisa terjadi karena 3 (tiga) hal yaitu :

  1. Belief berkaitan dengan penyebabdari sebuah hubungan.
  • Apa yang Anda percayai yang menyebabkan sakit Anda?
  • Apakah Anda percaya bahwa bahan kimia dapat menyebabkan sakit Anda?
  • Hal yang Anda percayai yang menyebabkan hal itu? Bisa saja disini muncul sebuah kepercayaan karena Tuhan marah atau apapun. Ini juga sebagai penghambat kesembuhan Anda.
  1. Belief berkaitan dengan pamaknaan sebuah hubungan.
  • Apakah ini artinya bahwa saya adalah orang yang lemah?
  • Apakah itu artinya saya bakal bernasib sama seperti ayah saya meninggal karena kanker?
  • Apakah artinya ini saya membenci diri saya dan saya orang yang buruk yang menyababkan ini terjadi?
  • Apakah ini artinya saya adalah orang yang gagal?
  • Apakah ini artinya saya tidak layak untuk sukses?
  • Saya tidak menyukai nama saya, karena di nama saya ada nama keluarga saya, jadi nasib saya pasti sama dengan ayah saya.
  1. Belief berkaitan dengan generalisasi sebuah keterbatasan.
  • Saya melihat orang lain juga tidak bisa melakukan itu, apalagi saya?
  • Saya dari desa, mana mungkin saya bisa.
  • Saya hanya lulusan SD mana bisa mencapai hal itu. Sudah takdir saya begini.
  • Orang tua saya miskin, pastilah saya juga miskin. Tidak mungkin menjadi kaya. Daripada stress mending terima nasib saja.

 

Tipe-Tipe Belief

Robert Dilts (1990) mengatakan tipe belief ada 3 hal yaitu :

  1. Hopeless (tidak ada harapan)

Ini terjadi jika orang tersebut merasa tidak ada harapan untuk impian dia maka orang tersebut menjadi tidak ada harapan lagi.

Contoh : Jika orang lain tidak bisa melakukan itu, mengapa saya harus mencoba untuk melakukan?

Kondisi ini banyak terjadi dengan orang-orang yang selalu beralasan, mengapa saya harus berusaha mati-matian, dia saja tidak bisa apalagi saya. Ini terjadi seakan-akan sudah kalah sebelum berperang.

Ada sebuah kisah yang sangat terkenal berkaitan hal ini, yaitu bahwa sebelum tahun 1954, tidak ada orang yang mampu berlari 1 mil dibawah 4 menit. Bahkan dikatakan pula manusia berlari 1 mil sibawah 4 menit maka jantung dan paru-parunya tidak mampu mengolah pernafasan dengan baik bahkan ekstrimnya bisa meninggal. Ternyata persis pada tanggal 6 May 1954, Roger Bannister berhasil menembus angka dibawah 4 menit. Padahal bertahun-tahun tidak ada yang mampu menembus angka tersebut. Roger Bannister mampu membuktikan itu dan berhasil menembus angka tersebut. Yang luar biasanya lagi, 6 minggu setelah rekor tersebut dipecahkan. John Lundy dari Australia bisa memecahkan rekor Riger Bannister. Wow, this is amazing. Kok dulu tidak ada yang berhasil menembus dan tiba-tiba sekarang semua bisa tertembus/ dahkan hingga hari ini, reor tersebut tetap ada yang mampu memecahkannya. Hal yang dulu mustahil mendadak jadi banyak orang yang bisa memecahkannya.

Disina terlihat sekali bahwa hal yang tidak mungkin menjadi mungkin, karena asal ada kemauan maka kita bisa melakukan apapun. Intinya, kalau Anda mau pasti bisa. Jadi, apakah Anda adalah tipe orang yang seperti ini? Kehidupan Anda tergantung dari belief atau keyakinan yang Anda ambil. Apakah belief yang memberdayakan atau menjatuhkan Anda?

 

  1. Helpless (ketidak berdayaan)

Ini terjadi karena orang ini merasa bahwa dirinya tidak lebih baik daripada orang lain. Merasa tidak berdaya walaupun orang lain bisa melakukannya.

Contoh : Orang itu memang bisa sukses, tetapi beda dengan saya. Karena saya dilahirkan untuk tidak bisa sukses. Orang lain boleh bisa, tetapikan saya orang kecil.

Pernah suatu ketika, saat saya masih bekerja. Saya memotivasi satpam dikantor saya. “pak, ada loh kekuatan pikiran yang menyatakan bahwa kalau kita mau, kita bisa sukses. Mau tidak saya beritahu caranya?”

Satpam tersebut menjawab, “Lah itu mah untuk orang-orang yang pintar. Saya mah tidak bisa. Saya sudah dilahirkan seperti ini. Orang tua saya mengatakan, ngapain sih ngoyo bekerja, bila tidak dapat nanti malah stess sendiri. Mendingn seperti ini, saya ini saja lah.” Praktis kerja saya mendengarkan ini, saya terbengong-bengong. Weleh, pikir saya. Bagaimana mau membantu orang ini menjadi sukses yah.

Ada sebuah cerita juga ketika saya memotivasi seorang lulusan SD dan penjaga gudang di kantor saya. Namanya Asep. Dia orangnya cerdas dan menyenangkan sekali, Asep dulunya seorang Office Boy, dia punya motivasi untuk maju. Saat saya motivasi dia, dia langsung semangat dan dia katakan pengen meneruskan sekolah lagi, karena pendidikan Asep hanya SD saja. Lalu saya coba carikan dana dari teman-teman satu kantor dan akhirnya terkumpulah uang untuk dia melanjutkan sekolah, akhirnya dia lulus SMA. Sekarang dia sudah bisa mandiri dan mempunyai pekerjaan lain di desanya. Ini bisa terjadi karena dia ada kemauan untuk sekses. Bagaimana Anda mau menerapkan diri Anda untuk menjadi sukses, itu tergantung jalan Anda yang memilih untuk mau atau tidak menjadi sukses. “Kalau Anda mau Pasti Bisa”.

  1. Worthless (tidak berharga)

Ini terjati jika orang merasa bahwa hal itu memang mungkin dilakukan dan bisa dilakukan, hanya dirinya merasa tidak pantas dan tidak layak.

Contoh : Saya memang mencintai pasangan saya dan saya yakin sebenarnya saya bisa berbaikan dengan pasangan saya. Hanya saya merasa tidak pantas dan tidak layak untuk bersama dia.

Makannya banyak yang sebenarnya sudah ikut training motivasi bahkan membaca buku motivasi masih sulit untuk mendapat apa yang mereka mau. Bahkan hal itu juga terjadi kepada saya diawal-awal karir saya. Silahkan Anda identifikasi kan mental block atau limiting belief mana yang menghambat Anda dan temukan permasalahan Anda.

Ini juga terjadi dengan beberapa orang yang sudah belajar hipnoterapi, NLP, atau ilmu apapun. Mereka tidak merasa harus menjadi sukses secara finansial. Sebenarnya mereka bisa dan mampu karena mempunyai ilmunya dan caranya untuk mencapai. Bahkan mereka mengatakan, memangnya perlu untuk mencapai kesuksesan secara finansial? Ya itu keputusan Anda, kalau mau ya lakukan bila tidak ya tidak usah dilakukan. Semua adalah pilihan kok. Mana jalan yang Anda pilih.

Disini saya ibaratkan sama seperti orang berolah raga karena ingin mencapai hasil yang diinginkan. Contoh adalah orang yang sedang fitness, ada 3 orang yang ingin mendapatkan badan yang bagus dengan bentuk yang bagus pula. Orang pertama berhasil mencapai dalam bentuk 3 bulan, yang kedua berhasil 6 bulan atau ketiga berhasil 1 tahun dengan asumsi, mereka semua melakukan 1 minggu 3 kali fitness. Dan ke 3 orang tersebut mendapatkan hasil yang sama pada periode keberhasilan pada masing-masing bulan tersebut.

Apa yang membedakan? Yang orang A pasti akan berusaha mengangkat beban lebih berat dibanding yang lain, sebangkan B lebih ringan dibanding A tapi lebih berat daripada C. Dan C lebih ringan dibanding A & B. Kok bisa begitu? Karena C tidak mau menerima “rasa sakit” yang lebih dan begitu juga B tidak mau menerima rasa sakit dibanding A. Maka pastilah effort dan result tidaklah sama. Memang perubahan itu sakit dan tidak nyaman. Tapi itu pilihan yang mau diambil, karena bila tidak mau diambil ya maka result atau hasilnya sama saja.

Saya banyak menemui klien seperti B danC. Bahkan tak jarang mereka mengatakan, memangnya perlu yaa secepat itu jadi A? Jadi C saja cukup. Nah, ini pilihan Anda, tidak ada cara untuk mendapat result bagus hanya dengan cara C, dan bila itu dibayangkan dalam 1 tahun, kira-kira apakah yang bakal terjadi? A lebih hebat pada level 4 diatas C dan B berada 2 level diatas C. Semua ini pilihan Anda. Mau jalur lambat atau jalur cepat? Ingat, disini bukanlah Anda melawan rasa sakit Anda tetapi bagaimana Anda menerima rasa sakit itu. Karena semakin Anda lawan, semakin rasa sakit tersebut menghampiri Anda, sedangkan saat Anda menerima rasa sakit tersebut, Anda menjadi lebih damai dengan rasa sakit tersebut. Anda katakan kepada diri Anda sendiri, “Saya mengijinkan dan memutuskan untuk menerima segala rasa sakit yang terjadi pada kehidupan saya, karena saya adalah orang sukses dalam seluruh kehidupan saya.” Ambil keputusan dulu buat hidup Anda dan barulah rubah hidup Anda. “Kalau Ana Mau Pasti Bisa”.

Jadi kalau kita berbicara mengenai 3 limiting belief atau mental block yang menghambat, semua masalah ada dalam diri sendiri. Baik menganggap orang lain tidak bisa, ya berarti saya juga tidak bisa, atau orang lain bisa, belum tentu saya bisa, dan yang terakhir adalah orang lain bisa, saya juga bisa. Tapi apakah perlu?, yang paling penting buat Anda, tentukan dulu hidup Anda mau jadi seperti apa, destiny atau tujuan hidup Anda itu semua tergantung dari apa yang Anda pilih. Bila menurut Anda hal tersebut sudah membahagiakan Anda, ya silahkan.

Bila mau lebih hebat dan bisa bebas secara finansial, pastinya bisa menolong orang lain bukan? Itu pilihan Anda juga ya kan.

Setelah membaca diatas mengenai mental block atau sabotase mental terjadi bukan hanya sebelum sukses tetapi terjadi juga saat sudah sukses.

 

Mental Block atau Sabotase Mental Setelah Sukses

Sudah sukses atau mencapai apa yang diinginkan saya masih muncul mental block atau sabotase mental lagi. Kok dipikir-pikir banyak sekali ya sabotase mentalnya. Belum sukses aja sudah ada mental block, lalu sudah mau sukses saja ada lagi. Lalu sudah sukses pun ada lagi.

Memang kenyataaan hidup di dunia ini, ada banyak hal yang menciptakan atau menjadikan sebuah belief atau imprint yang memberdayakan bahkan juga melemahkan. Bagian ini untuk Anda yang sudah sukses ataupun belum sukses menjadi terbuka matanya dan mewaspadainya. Sehingga saat ini terjadi, Anda sudah tahu bahwa yang Anda alami ini adalah sabotase mental.

Dari pengalaman coaching saya dan rekan-rekan di Holistic Success Coach menemukan sedikitnya beberapa alasan sabotase mental adalah orangnya sudah sukses atau mencapai tujuannya yaitu :

  1. Tidak sesuai passion Anda

Setelah berjalan dan bekerja selama bertahun-tahun, Anda akhirnya menyadari bahwa jalan yang Anda tempuh adalah salah jalan. Dan akhirnya Anda memutuskan untuk berhenti dan membuat Anda menjadi tidak termotivasi lagi untuk melakukannya.

Saran :

Yang harus dilakukan adalah mencari passion Anda sebelum Anda memulai sesuatu. Passion adalah sesuatu yang mau Anda lakukan walau Anda tidur malam, Anda sering membaca buku mengenai itu, Anda tertarik mencari info tentang hal tersebut.

  1. Comfort zone

Anda sudah mulai merasa nyaman. Karena Anda merasa sudah mendapatkan segalanya yang Anda inginkan. Sehingga kadang ini membuat Anda berhenti untuk melakukannya lagi.

  • Takut gagal dan menjadi malu

Mungkin Anda merasa sudah berhasil dan Anda takut gagal dan kalau gagal ujung-ujungnya berakibat pada Anda menjadi malu bila Anda melakukannya lagi. Jadi Anda memilih cara aman untuk tidak melakukan apapun lagi. Tidak ada jaminan keberhasilan membuat Anda melakukan hal ini.

  • Umur sudah senja

Mungkin merasakan sudah tua dan sudah lanjut umurnya. Jadi merasa tidak mampu untuk melakukan apapun lagi.

  • Cukup puas

Atau Anda merasa cukup puas atas yang Anda raih. Dan merasa sudah cukup dan tidak tertarik untuk mendapatkannya lagi. Dan tidak menutup kemungkinan diawal, orang tersebut telah mengeset pikirannya sampai dimana batasnya.

Saran :

Cek kembali kesadaran Anda, apakah itu yang Anda mau. Karena Anda bisa mendapatkan apa yang Anda mau selama Anda mau melakukannya. Bila sudah diputuskan, segera rubah sabotase mental Anda dengan teknik yang ada di buku ini.

  1. Tokoh otoritas

Ini paling menarik, ada orang yang sudah sukses kemudian dia berhenti untuk melakukan sesuatu karena terpengaruh sebuah tokoh otoritas yang sangat dipercayai. Yaitu orang pintar, peramal, orang tua, dan sebagainya. Jadi, ini bisa berupa disumpahin atau dibaca kehidupannya. Karena cara kerja pikiran adalah sebuah informasi yang telah masuk ke dalam otak maka akan tersimpan lama dan baru dapat tergantikan bila Anda mengijinkan dan mau menerimanya. Dan lebih baik lagi menggunakan teknik Ego State Therapy atau Hypnotherapy untuk mengubah data disana.

Contoh : bila umur 60 tahun nanti Anda meninggal. Atau Anda tidak bisa terlalu kaya sekali tetapi tidak terlalu susauh.

Saran :

Setelah Anda sadari hal tersebut sesuai dengan yang Anda baca diatas, maka Anda putuskan untuk berubah dengan menggunakan teknik yang ada di buku ini. Bila hal tersebut telah masuk terlalu dalam, maka sangat disarankan datang ke Ego State Therapy atau hipnoterapi untuk merubahnya.

  1. Merasa tidak dicintai

Perasaan tidak dicintai bisa dihinggapi oleh orang-orang yang telah mencapai kesuksesan tertentu. Dia merasa dirinya tidak mendapatkan cinta lagi. Jadi dia merasa perlu untuk berhenti dan tidak mau mengejar lagi. Ini bisa terjadi pada pasangan suami istri, dimana setelah dia berusaha dengan keras dan mencapai ternyata semua itu tidak ada artinya. Karena dia malah merasa kehilangan cinta.

saran :

Perbaiki kehidupan kita yang lain. Melalui mengecek faktor-faktor keluarga, kesehatan, karir, spiritual, dan sebagainy. Ini disebut Wheel of Life. Saran yang terbaik, temui Coach yang bisa membantu Anda khususnya Coach dari Holistic Success Coach.

  1. Perasaan tidak layak

Ada beberapa orang yang merasa tidak layak untuk sukses karena berbagai faktor yaitu :

  • Takut serakah
  • Takut melupakan Tuhan Takut menikah lagi
  • Takut jauh dari keluarga dan lain sebagainya

Hal diatas ini bisa mensabotase mental Anda sehingga berefek kepada kesuksesan Anda.

saran :

Rubah pemikiran tadi dengan memasukkan beberapa sugesti mudah dengan teknik yang ada dibuku ini.

 

Ya semua jalan dari jawaban ada di dalam diri Anda.

Alkisah ada seorang pasangan suami istri yang cukup kaya dan mempunyai segalanya. Anak sepasang cantik dan ganteng. Mempunyai harta dan ternak yang banyak. Tetapi sang Bapak merasakan dirinya KOSONG. Dia tidak tahu apa masalahnya, yang dia rasakan hanyalah dirinya yang KOSONG.

Sampai suatu kerika, sang Bapak mendengar sebuah cerita bahwa ada seseorang yang sangat sakti dan dapat menjawab seluruh pertanyaan yang ada di dunia ini. Maka, sang Bapak meminta ijin kepada pasangannya untuk berangkat kesana. Sang Istri mengijinkan dirinya, lalu Sang istri menyiapkan semua peralatan untuk keberangkaran suaminya. Dalam perjalanannya, sang suami terus berfikir. Apa yang salah dalam hidupnya. Dia sudah punya segalanya tetapi dirinya merasa KOSONG. Lalu dalam perjalanan yang menempuh hampir 1 hari satu malam maka tibalah dia disebuah rumah. Rumah yang tua terdiri dari daun rumbai-rumbai. Dan daun tersebut sudah menua. Dia dekati gubuk tersebut dan memberanikan diri untuk mengetuk pintu tersebut.

“Tok, tok, tok” (ketuk sang Bapak)

Terdengarlah suara pintu terbuka dan keluarlah Bapak tua tersebut sambil mengatakan, “Ada apa cucuku?”

“Kakek, aku hendak bertanya. Aku punya segalanya tetapi kenapa hidupku merasa kosong?”

Dan Kakek tersebut menjawab, “Semua jawaban di dalam dunia ini ada di dalam dirimu.”

Sang Bapak tertegun, “Lah kalau jawabannya ada di dalam diriku, mengapa aku datang sejauh-jauh ini.”

Kakek sakti itu menjawab, “Pulanglah, maka Anda mendapat jawabannya.”

Lalu pulanglah sang Bapak. Dan dalam perjalanan pulang di terus berfikir

“Semua jawaban ada dalam diriku?” terus menerus dia berfikir.

Akhirnya dia berhenti di sebuah pohon dan dia tertidur ketika merasakan angin semilir tertiup. Dalam tidurnya, dia bermimpi kembali ke masa awal pernikahannya. Dan disana dia mendapatkan sebuah masalah dan dia mendapatkan jawabannya. Karena jawabannya ada di sana. Lalu dalam mimpinya tersebut, dia mundur lagi ke masa beberapa tahun sebelum pernikahan. Disana juga dia menemukan masalah yang cukup berat dan mendapatkan jawabannya dari permasalahan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>